Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-20 21:03:41

10 Atlet Kabupaten Probolinggo Berlaga di PON XX Papua

BANGGA: Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo Chalid Abubakar, berharap agar para atlet Kabupaten Probolinggo mampu meraih medali di ajang PON XX Papua. Seperti atlet muaythai Erfin Novitasari yang bergabung bersama kontingen Bengkulu (kiri), dan Siti Aisyah di tim taekwondo kontingen Jatim (kanan).

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo mengirim sebanyak 7 orang atlet binaannya, untuk memperkuat kontingen Provinsi Jawa Timur dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. PON di bumi Cendrawasih itu bakal dihelat pada bulan Oktober 2021 mendatang.

Ketujuh atlet terebut yakni, Dhimas Bayu Putra Agha dan Dinda Maulidya Putri Maharani di Cabang Olah Raga (Cabor) Anggar; Andre Krisdiantono pada cabor Bola Volly; Sri Fatmawati di cabor Bulu Tangkis; M Ervan dan Agus Kurniawan di cabor Catur; serta Siti Aisyah cabor Taekwondo.

Baca Juga : Duh! Pekan Olahraga Kabupaten Probolinggo Kembali Ditunda

Sekretaris KONI Kabupaten Probolinggo, Chalid Abubakar mengatakan sebenarnya total ada 10 atlet asal Kabupaten Probolinggo yang akan bertanding di PON XX 2021 itu. Hanya saja, 3 atlet lainnya bergabung dengan kontingen provinsi lain. Yakni 2 orang bergabung dengan kontingen Bengkulu dan 1 orang masuk kontingen Sulawesi Tenggara (Sulteng).

Baca Juga : Sri Persembahkan Emas, Bayu Sumbang Perak, Siti Raih Perunggu

Dua orang yang masuk kontingen Bengkulu yakni Mutaqim dan Erfin Novitarini, keduanya dari cabor Muaythai. Kemudian yang membela kontingen Sulteng adalah Andhika juga masuk dalam cabor Muaythai. "Selain mereka ada beberapa pelatih asal Probolinggo yang melatih daerah lain untuk ajang PON," katanya pada tadatodays.com, Senin (20/9/2021).

Chalid menjelaskan bahwa semua atlet tersebut sudah melalui proses seleksi. Termasuk ketiga orang yang membela provinsi lainnya, hanya saja 3 atlet itu saat proses seleksi tidak masuk dalam daftar. Sehingga pihaknya menyarankan untuk seleksi di daerah lain. "Ternyata tepat. Mereka diterima dan saat dipertandingkan dua atlet yang membela Bengkulu dapat koin emas," ujar Chalid.

Dengan begitu, mereka melakukan mutasi sementara agar dapat membela timnya. Mereka melakukan mutasi tempat tinggal dari Probolinggo, Jawa Timur, ke provinsi yang mereka bela. "Kalau sudah kegiatannya (PON), pindah lagi ke Probolinggo," katanya melalui sambungan seluler.

Chalid mengaku bersyukur atas prestasi yang didapat dari para atlet binaan KONI Kabupaten Probolinggo. Ia berharap ini bisa menjadi semangat bagi atlet-atlet lainnya untuk terus berlatih dan bisa mengikuti berbagai macam pertandingan atau perlombaan.

Ia berharap pula kepada atlet asal Probolinggo yang saat ini akan berlaga di PON, agar dapat membawa pulang koin emas dan mampu mengharumkan nama Kabupaten Probolinggo. (zr/don)