Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-13 19:50:19

1.225 Orang Terima SK Pengangkatan ASN Banyuwangi

KEPEGAWAIAN: Bupati Ipuk Fiestiandani telah menyerahkan SK Pengangkatan ASN kepada perwakilan pegawai di Pendapa Kabupaten Banyuwangi, Rabu sore (13/4/2022). Bupati Ipuk berharap kepada ASN yang baru untuk menjadi energi baru guna mendorong optimalisasi pelayanan publik.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Sebanyak 1.225 orang yang lolos seleksi CPNS 2021 di lingkungan Pemkab Banyuwangi telah menerima SK Pengangkatan ASN pada Rabu (13/4/2022) dari Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Penyerahan SK itu dilakukan secara langsung dan virtual.

Penyerahan SK yang digelar secara langsung itu diikuti oleh 150 ASN di Pendapa Kabupaten Banyuwangi. Sementara sisanya mengikuti secara virtual.

Baca Juga : Pemkot Probolinggo Larang ASN Gunakan Mobil Dinas Saat Mudik Lebaran

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, ASN yang baru tersebut diharapkan bisa menjadi penggerak pembangunan di Banyuwangi. "Kami harapkan bisa menjadi energi baru untuk mendorong optimalisasi pelayanan publik. Terus kembangkan kreativitas dan inovasi untuk percepatan transformasi Banyuwangi ke depan,” katanya.

Baca Juga : Pemkab Probolinggo Larang Pegawai Mudik Pakai Kendaraan Dinas

Ipuk menyebutkan, hampir setiap bulannya ada ASN yang memasuki masa pension. Jumlahnya tidak sedikit, yakni antara 400-500 orang. Baik dari tenaga guru maupun struktural. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya kekurangan ASN di sejumlah sekolah maupun OPD Pemkab Banyuwangi.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banyuwangi, Nafiul Huda mengatakan sebanyak 1.225 ASN yang baru tersebut terdiri atas 1.109 PPPK guru yang lolos pada seleksi tahap pertama.

Kemudian, ada 116 CPNS non-guru yang lolos pada formasi 2021 yang terdiri dari 75 tenaga kesehatan, 5 penyuluh pertanian, serta 36 tenaga fungsional dan teknis lainnya.

Huda menerangkan, hadirnya ASN baru tersebut cukup untuk menutupi kurangnya SDM di sejumlah instansi yang disebabkan pensiun. Termasuk kekurangan tenaga guru, mulai sekolah di perkotaan hingga pedesaan.

Selain penyerahan SK, lanjut Huda, Pemkab Banyuwangi juga tengah memproses Nomor Induk Pegawai (NIP) dari BKN untuk 969 PPPK guru. Mereka adalah peserta yang lolos pada seleksi PPPK tahap kedua tahun 2021. “Jika NIP sudah turun akan segera kita bagikan (SK-nya, Red),” tuturnya.

Dengan telah diserahkannya SK ASN, para pegawai menyambut gembira dan siap bekerja. Kegembiraan itu salah satunya terlihat dari wajah Andri Hartono, guru dari SDN 3 Pakistaji, Kecamatan Kabat yang telah diangkat sebagai ASN.

Sebelum resmi diangkat sebagai ASN, Andri telah 17 tahun mengabdi sebagai guru honorer di sekolah tersebut. "Bahagia sekali karena memang sudah menunggu momen ini. Sekarang lega sudah menerima SK," katanya. (rl/don)