Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-04 20:36:25

16 Warga Binaan Lapas Banyuwangi Bebas Melalui Asimilasi Perayaan Nyepi

ASIMILASI: Sebelum dibebaskan bersyarat, 16 warga binaan Lapas Banyuwangi lebih dulu mengikuti sidang yang dilakukan oleh Tim Pengamat Pemasyarakatan Banyuwangi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Sebanyak 16 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Banyuwangi, dibebaskan melalui program asimilasi pada Hari Raya Nyepi tahun 1944 Saka. Pembebasan bersyarat itu dilakukan pada Jumat (4/3/2022).

Enam belas warga binaan tersebut merupakan napi kasus pidana umum, yang terdiri dari 15 pria dan 1 wanita. Sebelum mendapat asimilasi, Lapas Banyuwangi terlebih dahulu mengkaji kasus yang menjerat 16 warga binaan tersebut.

Kepala Lapas Banyuwangi, Wahyu indarto mengatakan 16 narapidana yang mendapatkan asimilasi sudah melewati prosedur yang harus dipenuhi. "Baik dari segi substantif ataupun administrasi yang ada," ujarnya.

Selain prosedur tersebut, kata Wahyu, ada syarat lain yang harus dipenuhi untuk mendapatkan asimilasi. Di antaranya, warga binaan tersebut sudah menjalani setengah masa tahanan, aktif mengikuti kegiatan di Lapas, berkelakuan baik dan tidak tercatat dalam register F atau Catatan Pelanggaran Disiplin.

Setelah memenuhi ketentuan di atas, maka setiap para warga binaan yang mendapatkan asmilasi harus mengikuti sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) Banyuwangi.  "Dari hasil Sidang yang dilakukan, Tim TPP setuju untuk 16 napi mendapatkan progam asimilasi," tuturnya.

Wahyu menjelaskan, dari 16 warga binaan tersebut 5 di antaranya beragama Hindu. Menurutnya, kelima warga binaan tersebut menyambut bahagia karena bisa berkumpul dengan keluarga pada Hari Raya Nyepi tahun ini.

Selanjutnya, 16 warga binaan itu tetap dikenakan wajib lapor secara rutin. Sedangkan Lapas Banyuwangi akan terus melakukan pengawasan 16 warga binaan itu selama berada di tengah masyarakat, hingga masa tahananya dinyatakan telah selesai. (rl/don)