Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-02 19:12:03

3 Nakes Terkonfirmasi Positif Covid-19, RSUD Waluyo Jati Tutup

TUTUP LAGI: Layanan di RSUD Waluyo Jati kembali ditutup usai ditemukannya karyawan rumah sakit tersebut yang positif covid-19. Rawat jalan, rawat inap dan IGD ditutup selama tiga hari.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waluyo Jati, Kraksaan sementara tidak melayani pelayanan. Baik pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Jalan dan Rawat Inap. Dimulai sejak Minggu malam (1/11/2020) hingga Selasa (3/11/2020) sekira pukul 06.00 WIB. Hal itu disebabkan karena ada tiga orang nakes yang terkonfirmasi positif covid-19.

Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, dr. Dewi Vironica mengatakan, satu orang nakes tertular dari salah satu pasien covid-19. Dari satu orang pasien yang dinyatakan meninggal dunia setelah positif covid-19 ini, satu nakes itu mempunyai hubungan keluarga. Kemudian dia menulari dua rekannya yang lain.

Baca Juga : Muncul Klaster Perkantoran Jember, 650 Pegawai Pemkab Jember Jalani Swab Test

"Itu karena ada salah satu keluarganya yang meninggal karena covid-19. Sehingga ditracking ternyata dia terkonfirmasi. Mereka bertiga OTG (orang tanpa gejala, red) semua. Pasien yang meninggal itu saja yang saudaranya dari nakes yang sakit," terangnya pada Tadatodays.com, Senin (2/11/2020).

Baca Juga : Peserta BPJS Ketenagakerjaan Terima Bantuan Subsidi Upah

Untuk memastikan semua karyawannya sehat, pihak RSUD Waluyo Jati Kraksaan melakukan swab kepada seluruh karyawannya. Dimulai pada Minggu (1/11/2020) dan Senin (2/11/2020) ini menjadi tes swab kedua kalinya. Apabila ada yang terkonfirmasi akan di lakukan isolasi sebagaimana mestinya.

"Soalnya kita sudah punya alat PCR sendiri. Hari Minggu kemarin kita sudah tes swab pertama dan hari ini swab kedua. Sementara ada tiga cuma kita tunggu yang dari tes swab ini," tuturnya.

Sementara itu dr. Asjroel Sjakrie, Plt. Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan juga membenarkan penutupan pelayanan. Hanya saja penutupan itu berlaku untuk pasien baru saja.

"Penutupan ini juga untuk men-desinfeksi di seluruh ruangan pelayanan. Kalau pasien yang dalam perawatan, masih tetap dilakukan pelayanan kesehatan sebagaimana mestinya," jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat memaklumi penutupan ini. "Semata untuk memastikan semua karyawannya sehat dan menghimbau kepada masyarakat yang mau berobat untuk sementara kerumah sakit terdekat," pungkasnya. (zr/hvn)