Bryan Bagus Bayu Pratama


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-03 21:42:03

30 Tahun Jadi Linmas dan Tak Dapat Honor, Pak En Dapat Bantuan dari Bupati Jember

BANTUAN: Rombong cilok itu diberikan langsung oleh Bupati Jember Hendy Siswanto kepada Pak En. Selain memberikan rombong, Hendy juga berjanji akan lebih memperhatikan Linmas di wilayahnya.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Dulkowi, 73, adalah warga Desa Gunung Malang, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember. Ia merupakan penjual cilok keliling. Tapi, sejak 30 tahun silam, ia juga mengabdi sebagai anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) Desa Gunung Malang. Selama 30 tahun itulah, ia tidak pernah mendapat honor Linmas.

Pria kelahiran 1949 ini menggantungkan hidupnya dari berjualan cilok, sejak 1973. Dari penghasilan yang pas-pasan itulah, ia menghidupi istri, 3 anak, 7 cucu, dan 3 cicit.

Baca Juga : Antisipasi Virus PMK, Dinas KKP Jember Menyiapkan 3 Langkah Antisipasi

Pria yang biasa disapa Pak En ini mengaku, selain menjadi Linmas dirinya juga pernah ikut berbagai pelatihan kegiatan bela negara. "Seperti Kursus Kader Pelaksana (Suskalak), dan sebagainya," kata Pak En, Rabu (2/3/2022).

Baca Juga : Antisipasi Virus PMK, Dinas KKP Jember Siapkan 3 Langkah Antisipasi

Dia bercerita bahwa, tugas yang dijalaninya sebagai Linmas hanya saat ada kegiatan seremonial di desa maupun kecamatan saja. "Saya menjaga keamanan. Dulu orang-orang gak berani masuk ke hutan-hutan, saya pernah nangkap maling di hutan," katanya.

Pak En menuturkan, teman-temannya yang satu profesi sebagai Linmas sudah banyak yang meninggal. Tapi ia, hingga saat ini masih aktif sebagai Linamas. “Tinggal Pak Sisro yang masih hidup. Jumlah seangkatan sebagai Linmas dulu 30 orang, dan tidak dapat bayaran" ujarnya.

Terkait nasibnya yang tidak mendapat honor dari pemerintah desa, Pak En pun mengaku pasrah. Karena itu harus menghidupi keluarganya dengan berjualan cilok. “Saya juga gak tahu pemerintah, cuma saya hanya melaksanakan apa yang harus dikerjakan. Itu tanggung jawab saya," katanya.

Bak gayung bersambut. Kondisi Pak En itu didengar oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, saat Hendy menjalankan program Jember Hadir Untuk Rakyat (J-HUR) di kantor Kecamatan Sumberjambe, Rabu (2/3/2022).

Hendy kemudian berinisiatif membuatkan rombong cilok khusus untuk Pak En, dan diserahkan langsung kepada Pak En di Pendapa Kabupaten Jember. Rombong itu seharga Rp 2,5. “Untuk membuatkan rombong dagangan (cilok),” kata Hendy.

Menanggapi persoalan honor Linmas, Hendy berjanji akan lebih memperhatikan nasib Linmas. (bp/don)