33 Puskesmas di Kabupaten Pasuruan Kini Layani UGD 24 Jam

Amal Taufik
Amal Taufik

Monday, 09 Mar 2026 19:02 WIB

33 Puskesmas di Kabupaten Pasuruan Kini Layani UGD 24 Jam

UGD: Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo saat launching layanan UGD 24 jam di seluruh Puskesmas di Kabupaten Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Layanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan kini diperluas dengan dibukanya Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam di seluruh puskesmas. Dengan sistem ini, masyarakat dapat memperoleh penanganan medis darurat kapan pun tanpa harus menunggu jam operasional.

Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo mengatakan keberadaan layanan UGD sepanjang hari di 33 puskesmas menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan pasien, terutama dalam kondisi darurat. “Ketika terjadi kecelakaan atau kondisi darurat lainnya, masyarakat bisa langsung datang ke puskesmas terdekat tanpa harus menunggu jam buka layanan,” ujar Rusdi, Senin (09/03/2026).

Menurutnya, kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu memperluas akses kesehatan bagi masyarakat hingga tingkat kecamatan. Puskesmas tidak lagi hanya berfungsi sebagai layanan kesehatan dasar pada jam kerja, tetapi juga sebagai tempat rujukan pertama saat keadaan darurat.

Rusdi juga meminta seluruh puskesmas menjaga kualitas pelayanan serta kesiapan sumber daya manusia agar layanan 24 jam dapat berjalan maksimal. “Kalau sudah 24 jam, tentu pelayanan harus benar-benar siap. Baik tenaga medis maupun kualitas layanannya harus terus ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Daerah, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kabupaten Pasuruan, Arma Roosalina, menjelaskan layanan UGD 24 jam menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah untuk memperkuat sistem pelayanan kesehatan.

Menurutnya, puskesmas kini dipersiapkan sebagai pintu pertama penanganan pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila dibutuhkan. “UGD 24 jam ini berfungsi sebagai gerbang awal pelayanan medis agar masyarakat bisa mendapatkan pertolongan secepat mungkin,” jelasnya.

Untuk mendukung operasional tersebut, setiap puskesmas dilengkapi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dalam penanganan kegawatdaruratan.

Selain itu, pemerintah daerah juga menambah tenaga pendukung seperti sopir ambulans, petugas keamanan, hingga petugas kebersihan agar operasional layanan dapat berjalan tanpa hambatan.

Arma menambahkan, berbagai persiapan telah dilakukan sejak 2025, termasuk perbaikan fasilitas dan pengadaan peralatan medis di sejumlah puskesmas. "Kami berharap masyarakat semakin mudah mengakses pelayanan kesehatan, terutama ketika membutuhkan penanganan darurat di wilayah terdekat," ujar Arma. (pik/why)


Share to