Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-21 09:44:13

42 Karyawan Pabrik Rokok di Kabupaten Probolinggo Positif Covid-19

POSITIF: Pabrik rokok di Kecamatan Paiton ini memiliki sejumlah karyawan yang dikonfirmasi positif covid-19. Mereka kini diisolasi di sebuah klinik di Kecamatan Tiris.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo melaporkan 42 orang karyawan pabrik rokok terkonfirmasi positif covid-19. Ke-42 orang tersebut 31 orang di antaranya merupakan warga Kabupaten Probolinggo. Sedangkan 11 sisanya adalah warga luar kabupaten setempat.

Terpaparnya karyawan pabrik rokok yang terletak di Kecamatan Paiton ini dikonfirmasi  oleh Ugas Irwanto, Koordinator Pengamanan dan Gakkum Gugus Tugas Covid 19, Kabupaten Probolinggo. Ia menyampaikan bahwa informasi tersebut sudah didapat satgas sejak dua hari yang lalu. Namun untuk kepastian berapa jumlah warga ber-KTP Kabupaten Probolinggo, baru  didapat sehari setelahnya.

Baca Juga : KPU Anggarkan Rp 4 Miliar untuk Rapid Test 33 Ribu Anggota KPPS dan Linmas

"Sekitar dua hari yang lalu saya menerima informasi dari dr. Mia, selaku penanggung jawab perusahaan rokok itu. Bahwa ada 42 orang (terkonfirmasi positif covid-19). Tapi informasi itu masih dari Jakarta. Kemudian selang satu hari, kekuar data bahwa yang betul-betul masyarakat Probolinggo itu 31 (orang)," terangnya, pada Kamis (20/8/2020).

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan Digelar Terbatas

Diketahui pihak perusahaan sebelumnya sudah menyediakan ruang isolasi mandiri bagi para karyawannya yang terpapar. Lokasinya berada di Kecamatan Tiris. Sayangnya, setelah dicek oleh pihak satgas, kurang memenuhi standard protokol kesehatan. Sehingga Bupati Probolinggo, memberikan solusi dan berhasil menemukan ruang isolasi yang lebih representatif.

"Ada klinik mau meminjamkan ruangannya. Kebetulan selama pandemi tutup, jadi 31 orang itu sekarang di sana," jelasnya.

Pihak satgas akan segera melakukan koordinasi guna melakukan tracking lebih lanjut. Jika memang perusahaan tersebut harus ditutup sementara, maka pihak satgas akan segera meminta perusahaan untuk melakukannya. Namun jika tidak perlu, maka hanya akan dilakukan tracking seperti pada umumnya. Pertimbangannya, melihat kondisi perekonomian karyawan, selain pencegahan penyebaran covid-19.

Sayangnya, saat Tadatodays.com, mencoba menemui pihak manajemen pabrik rokok, kedatangan kami ditolak. Tadadtodays hanya ditemui satpam dan pihak manajemen enggan melakukan konfirmasi. (zr/hvn)