Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-22 17:42:34

42 Karyawan Terpapar Covid-19, Pabrik Rokok di Probolinggo Klaim Terapkan Protokol Kesehatan

KETAT: PT Secco Nusantara yang memproduksi rokok ini, memiliki karyawan yang terpapar covid-19 sebanyak 42 orang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Setelah puluhan karyawannya dinyatakan terpapapar covid-19, kini pabrik rokok yang terletak di Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo memperketat penerapan protokol kesehatan. Hal itu di sampaikan oleh Ahmad, ketua satgas PT Secco Nusantara.

Ahmad mengatakan, sebenarnya sejak awal pabriknya menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Iapun tidak menyangka bahwa dengan protokol yang seketat itu masih ada karyawan yang terpapar covid-19.

Baca Juga : Pandemi Covid-19, Haul KH. Abdul Hamid Pasuruan Digelar Terbatas

"Untuk yang area pabrik kita ketat sekali. Untuk yang di luar pabrik, itu yang kami tidak tahu. Mungkin dari tempat wisata atau acara pernikahan," terangnya, pada Tadatodays.com, Juma'at (21/8/2020) malam.

Baca Juga : Bawaslu Banyuwangi, Kembali Lakukan Rapid Test Massal

Diketahui, pabrik yang memilki karyawan sekitar 2.500 orang itu, setiap harinya selalu memberikan masker secara gratis untuk para karyawan. Kemudian, sebelum masuk arwa pabrik, semua karyawan dicek suhu tubuhnya. Lalu mereka berjemur bersama sebelum melakukan bekerja. Ketika berada di station masing-masing, mereka juga menerapkan physical distancing.

Bahkan jika ada karyawan yang tidak mematuhi, maka pihaknya tidak akan segan-segan mengeluarkan surat peringatan. Selanjutnya tiap karyawan juga diiberikan multi vitamin agar daya tahan tubuh lebih kebal terhadap virus. Setiap 21-25 hari, semua karyawan mengikuti rapid tes.

"Sampai saat ini 4 kali di-rapid tes, di setiap 21-25 hari sekali atau tiga minggu sekali. Jika nanti ada yang reaktif maka lanjut ke swab dan isolasi," jelasnya.

Saat berada di luar pabrik, semua karyawan tetap secara rutin dihimbau mematuhi protokol kesehatan melaui WA. Juga melalui penyiaran radio.

Sementara terkait penutupan karyawan pihaknya akan mematuhi apapun keputusan Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo. "Untuk masalah lockdown itu bukan wewenang saya. Tetap kami koordinasi dengan satgas kabupaten," tutup Ahmad yang juga menjabat sebagai Kasi PGA dan Keuangan di PT Secco Nusantara itu.

Diketahui, semua karyawan PT Secco Nusantara yang positif covid-19 saat ini diisolasi di klinik Anisa Probolinggo. Mereka dalam kondisi sehat. Karena itu ia berharap karyawan dan warga di sekitar pabrik tidak perlu resah atas kejadian tersebut. (zr/hvn)