437 Usulan Pembangunan Fisik di 2027, Pemkot Pasuruan Masih Dibayangi Keterbatasan Anggaran

Amal Taufik
Amal Taufik

Sabtu, 28 Mar 2026 16:10 WIB

437 Usulan Pembangunan Fisik di 2027, Pemkot Pasuruan Masih Dibayangi Keterbatasan Anggaran

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemkot Pasuruan mulai menyiapkan rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027. Beragam usulan dari berbagai pihak telah ditampung dalam musrenbang. Sebagian besar di antaranya didominasi usulan pembangunan fisik.

Data yang dihimpun hasil musrenbang menunjukkan, tercatat ada 437 usulan pembangunan infrastruktur. Jumlah tersebut jauh melampaui usulan pembangunan manusia yang mencapai 198 usulan, serta sektor ekonomi sebanyak 120 usulan.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo menyebut dominasi usulan infrastruktur bukan tanpa alasan. Menurutnya, masyarakat cenderung menilai pembangunan dari hal-hal yang terlihat secara fisik. “Masyarakat biasanya melihat dari yang kasat mata, seperti jalan atau infrastruktur lainnya. Itu jadi indikator,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa banyaknya usulan tidak serta-merta bisa direalisasikan. Kondisi fiskal daerah menjadi faktor penentu yang tak bisa diabaikan.

Hal ini berkaca pada kondisi fiskal Kota Pasuruan di tahun 2026 yang terjun bebas, salah satunya imbas berkurangnya dana transfer keuangan daerah (TKD) serta DBHCHT. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kesinambungan pembangunan.

Politisi Golkar tersebut mengatakan, perencanaan daerah tetap harus diimbangi dengan kemampuan fiskal daerah. Tanpa dukungan anggaran yang cukup, rencana pembangunan tidak dapat direalisasikan secara optimal. “Sebagus apa pun perencanaan, kalau tidak didukung anggaran yang memadai tentu tidak bisa dijalankan,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan tersebut, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah prioritas, salah satunya penguatan kawasan industri melalui pengembangan Jalur Lingkar Utara (JLU). "Proyek ini menjadi salah satu proyek penguatan ekonomi di wilayah utara dan realisasi kawasan industri. Harapannya dapat menunjang pertumbuhan ekonomi daerah," imbuh Adi. (pik/why)


Share to