5 Hari Perawatan di RS, Nelayan di Pasuruan yang Terbakar karena Merokok Dekat Bensin Eceran Meninggal

Amal Taufik
Wednesday, 14 Jan 2026 13:09 WIB

PERAWATAN: Muslimin saat masih menjalani perawatan di rumah sakit.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Muslimin (43) nelayan asal Kelurahan Gadingrejo, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan yang tubuhnya terbakar gara-gara merokok dekat bensin eceran, akhirnya meninggal dunia. Muslimin meninggal setelah 5 hari dirawat di rumah sakit.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaidi mengatakan, Muslimin meninggal setelah sempat dirawat di RSUD dr R Soedarsono Kota Pasuruan dan kemudian dirujuk ke RSUD Saiful Anwar (RSSA) Malang karena luka bakarnya makin memburuk.
“Korban meninggal dunia pada Selasa malam sekitar pukul 23.20 WIB setelah menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang cukup serius,” ujar Junaidi, Rabu (14/1/2026).
Peristiwa nahas itu terjadi pada Jumat (09/01/2026) pagi di rumah korban. Berdasarkan keterangan yang dihimpun kepolisian, Muslimin diduga tengah menuangkan bensin eceran ke tangki sepeda motornya sambil merokok. Api dari rokok kemudian menyambar bensin dan membakar tubuh korban.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh istri korban, Eka Fitrianingsih (40), yang melihat suaminya dalam kondisi terbakar di dalam rumah. Warga sekitar langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit.

Menurut Junaidi, korban sempat memberikan keterangan kepada petugas sebelum kondisinya menurun. Dari hasil pemeriksaan awal, peristiwa itu dipastikan sebagai kecelakaan murni.
“Korban membenarkan kepada petugas bahwa kejadian tersebut terjadi karena kelalaiannya sendiri,” jelasnya.
Dalam penanganan perkara ini, polisi mengamankan barang bukti berupa pakaian dan sarung milik korban yang terbakar. Visum et repertum juga telah dilakukan sebagai bagian dari prosedur medis.
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan maupun menyimpan bahan bakar di lingkungan rumah.
“Bensin sangat mudah terbakar. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak merokok atau menyalakan api di dekat bahan bakar,” kata Junaidi. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)
