Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-28 17:09:48

5 Jam Lebih KPK Geledah Kantor Dinkes, Mobil Kadinkes Juga Digeledah

USAI: Selama 5 jam lebih KPK menggeledah kantor Dinkes Kabupaten Probolinggo, termasuk menggeledah mobil Kepala Dinkes dr. Shodiq Tjahyono (kanan atas). Usai penggeledahan, polisi yang berjaga kemudian membuka gerbang kantor Dinkes, lalu meninggalkan kantor tersebut bersama tim KPK.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Selama lima jam lebih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan penggeledahan di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo. Dimulai sekitar pukul 10.00, hingga pukul 15.35, Selasa (28/9/2021). Mobil dinas kepala Dinkes pun tak luput dari penggeledahan.

Dari pantauan tadatodays.com, saat melakukan penggeledahan di kantor yang berada di jl. Panglima Sudirman, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, itu terlihat salah seorang petugas yang memakai rompi KPK turut memeriksa mobil Kepala Dinkes, dr. Shodiq Tjahjono.

Baca Juga : Geledah Rumah Seorang Kontraktor, KPK Gunakan Mesin Penghitung Uang

Saat memeriksa mobil berpelat merah dengan nopol N 1085 NP, terlihat petugas KPK ditemani oleh dua orang pegawai dinkes dan juga kepala Dinkes. Selain memeriksa mobil Panther turbo hitam itu, petugas KPK juga memeriksa mobil dinas Suzuki Karimun warna silver dengan nopol N 1095 NP.

Baca Juga : Pendaftaran Ditutup, 37 Kelompok Berkontes Cipta Jingle Cegah Covid-19

Belum diketahui, saat lakukan penggeledehan itu petugas KPK membawa apa saja. Karena jarak pandang media tadatodays.com terhalang oleh mobil KPK yang terparkir di depan pintu masuk gedung tersebut.

Total ada tiga mobil Innova warna hitam dengan plat L, W, dan N yang ada di kantor Dinkes.

Diketahui, tiga mobil itu juga digunakan KPK saat menggeledah rumah Nuris Zamzami, keponakan Hasan Aminudin yang menjabat sebagai Kasi Jasa Konstruksi pada Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Senin (27/9) sore, kemarin.

Sementara itu, Kepala Dinkes setempat, dr. Shodiq Tjahjono saat dikonfirmasi melalui nomor ponselnya sudah tidak aktif. Begitupun WhatsApp-nya, juga sudah tidak aktif.

Diketahui, keberadaan KPK di Probolinggo sejak 30 Agustus 2021 lalu, terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan Pj kades yang menjerat Bupati Probolinggo non aktif Puput Tantriana Sari dan suaminya, Hasan Aminudin.

Selain mereka berdua, ada dua orang camat, satu orang Pj Kades dan 17 calon Pj Kades yang saat ini ditahan oleh KPK. (zr/don)