Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-07-15 20:09:00

58 Warga Binaan Dapat Asimilasi, Jika Melanggar akan Kembali Ditahan

GEMBIRA: Sejumlah warga binaan Lapas Probolinggo tengah berbahagia. Ini, setelah mereka mendapat pembebasan bersyarat selama PPKM Darurat. Jika kembali melakukan tindak pidana, maka mereka akan kembali ditahan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sebanyak 58 narapidana di Lapas Kelas IIB Probolinggo mendapatkan asimilasi atau pembebasan bersyarat, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Kamis (15/7/2021) siang. Seluruh narapidana yang mendapatkan asimilasi merupakan warga binaan yang terlibat kasus tindak kriminalitas.

Kepala Lapas Probolinggo Risman Somantri mengatakan, pada bulan Juli 2021 ini, pihaknya telah memberikan asimilasi terhadap 58 orang warga binaan. Dalam penilaian internal lapas dan Balai Pemasyarakatan di Malang, warga binaan tersebut telah menjalani separo masa hukuman. “Pertimbangan lainnya untuk meminimalisir penyebaran covid-19 di dalam lapas,” kata Risman.

Baca Juga : Penahanan Kedua Terdakwa Dipindah ke Kejati, Sebut Ada 20 Orang yang Terlibat

Namun perlu diketahui, asimilasi tersebut tidak berlaku bagi narapidana korupsi, trafficking dan narkoba yang hukumannya di atas 5 tahun, serta ilegal loging dan ilegal fishing.

Baca Juga : Lapas Probolinggo Gagalkan Penyelundupan Narkoba dalam Bingkisan Tahu

Selain menjelaskan terkait asimiliasi, Risman juga membeber jumlah warga binaan di Lapas Probolingo. Diketahui, jumlah napi yang berada di Lapas Probolinggo sebanyak 608 orang. “Idealnya dihuni maksimal 300 orang,” ujarnya.

Sehingga dari 608 itu sudah dinyatakan overload. Dengan begitu, pada 9 Juli lalu, lapas telah mengeluarkan 36 warga binaan, dan menyusul  pada 15 Juli sebanyak 22 orang.

Tak hanya itu, para napi juga tetap menjadi warga binaan dan wajib lapor 3 kali sebulan. Ia mengimbau kepada warga binaan yang dibebaskan, bahwa pembebasan ini jangan disalahgunakan apalagi melakukan pelanggaran."Jika ini terjadi maka kami jemput Kembali,” ujar Risman. (ang/don)