Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-09-02 18:27:18

7 Jam Lebih KPK Geledah Rumah Bupati Probolinggo, Bawa Koper Bersegel

JAGA KETAT: Petugas mengeluarkan koper bersegel KPK dari dalam rumah Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin, lalu dimasukkan ke mobil KPK. Sementara, anggota Polres Probolinggo terus berjaga di luar dan dalam rumah.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Penggeledahan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah pribadi tersangka Bupati Probolinggo non-aktif Puput Tantriana Sari dan suaminya Hasan Aminudiin, Kamis (2/9), masih berlangsung. Hingga pukul 18.00 WIB, KPK sudah menggeledah rumah mewah tersebut selama 7 jam.

Rumah pribadi milik Hasan Aminuddin yang juga anggota DPR RI itu, berada di Jalan Ahmad Yani nomor 9 Kota Probolinggo. Selama penggeledahan, di area dalam dan luar rumah tersebut dijaga ketat anggota Polres Probolinggo Kota. Lalu, di dalam rumah tersebut terdapat 8 mobil milik rombongan KPK.

Baca Juga : Sekda dan Kepala PMD Pemkab Diperiksa 9 Jam, KPK Bawa 2 Koper

Sementara di dalam rumah, terlihat petugas KPK yang memakai rompi dan sebagian tidak berompi memeriksa sejumlah berkas di ruang tengah. Sesekali petugas mengeluarkan koper dari dalam rumah, dan dimasukkan ke mobil Innova yang membawa rombongan KPK.

Baca Juga : Dua Pejabat Pemkab Probolinggo Kembali Diperiksa KPK

Koper itu diberi segel warna merah dan putih bertuliskan KPK. Dimungkinkan, isi koper tersebut berisi dokumen penting terkait kasus jual beli jabatan Pj kades yang melilit Puput Tantriana Sari dan Hasan Aminuddin.

Selain keduanya, kasus tersebut juga menyeret Camat Paiton Muhamad Ridwan dan Camat Krejengan Doddy Kurniawan, serta 18 ASN yang disebutkan akan diangkat menjadi Pj kades di beberapa desa di Kabupaten Probolinggo.

Tersangka Puput, Hasan, Ridwan, Doddy dan 18 ASN Pemkab Probolinggo itu ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT)) pada Senin (30/8/2021) dini hari lalu. Dalam OTT itu, KPK membawa barang bukti uang tunai total Rp 362 juta yang diduga kuat dijadikan uang suap dari 18 ASN tersebut agar diloloskan jadi Pj kades. (ang/don)