87 ASN Kota Pasuruan Dimutasi, Wali Kota: Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat

Amal Taufik
Amal Taufik

Tuesday, 30 Jun 2026 17:13 WIB

87 ASN Kota Pasuruan Dimutasi, Wali Kota: Birokrasi Tak Boleh Jalan di Tempat

MUTASI: Pelantikan di Gedung Gradika Kota Pasuruan.

PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemerintah Kota Pasuruan melakukan penyegaran struktur birokrasi. Sebanyak 87 ASN resmi dilantik dan diambil sumpahnya untuk menempati sejumlah jabatan baru, mulai dari pimpinan tinggi pratama hingga jabatan fungsional.

Pelantikan tersebut berlangsung di Gedung Gradika Kota Pasuruan, Selasa (30/6/2026). Dari jumlah tersebut, dua pejabat menduduki posisi pimpinan tinggi pratama, 22 orang mengisi jabatan administrasi, dua pejabat fungsional kesehatan mendapat tugas tambahan sebagai kepala puskesmas, serta 61 ASN lainnya menempati jabatan fungsional.

Perubahan posisi strategis juga terjadi di jajaran Pemkot Pasuruan. Imam Subekti yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfo) kini dipercaya sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Pasuruan.

Sementara posisi Kepala Diskominfo kini diisi Andriyanto, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan Kota Pasuruan.

Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi. Menurutnya, birokrasi harus terus bergerak mengikuti tantangan pelayanan publik yang semakin dinamis.

"Jabatan bukan hanya sebuah posisi, tetapi amanah dan tanggung jawab. Saya berharap pejabat yang dilantik mampu memberikan kontribusi terbaik untuk masyarakat," ujar Adi.

Ia menegaskan, ASN harus memiliki kesiapan untuk ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi. Perpindahan jabatan, kata dia, bukan sekadar pergantian posisi, melainkan bagian dari proses memperluas pengalaman dan meningkatkan kemampuan aparatur.

"Jangan sampai ASN terlalu lama berada di zona nyaman. Dengan rotasi, kita ingin membangun aparatur yang lebih adaptif dan siap menghadapi berbagai tantangan," katanya.

Politisi Golkar itu juga meminta para pejabat baru tidak hanya berorientasi pada rutinitas administratif. Menurutnya, setiap perangkat daerah harus mampu menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Khusus kepada pejabat pimpinan tinggi pratama, ia meminta agar mampu menjadi penggerak perubahan di lingkungan kerja masing-masing.

"Pemimpin harus mampu membaca perubahan, menciptakan inovasi, dan menghadirkan solusi. Bukan hanya menjalankan pekerjaan yang sudah ada, tetapi bagaimana membawa organisasi menjadi lebih baik," tegasnya.

Sementara kepada pejabat yang mendapat tugas tambahan sebagai kepala puskesmas, ia menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Ia meminta puskesmas tidak hanya menjadi tempat pelayanan medis, tetapi juga ruang pelayanan publik yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. "Pelayanan kesehatan harus humanis, cepat, responsif, dan tidak membeda-bedakan masyarakat," ujarnya.

Adi menekankan tiga karakter yang harus melekat dalam budaya kerja ASN Pemkot Pasuruan, yakni responsif, digital, dan inovatif.

Menurutnya, ASN dituntut mampu menjawab persoalan masyarakat dengan cepat, memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki layanan, serta menciptakan terobosan yang memberikan manfaat nyata. "ASN jangan hanya menjadi pengamat. Harus menjadi eksekutor yang mampu menghadirkan solusi," ujarnya. (pik/why)


Share to