Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-03-24 22:32:40

Agrowisata Tamansuruh Dikembangkan Menjadi Wisata Adat dan Budaya

WISATA: Agrowisata Tamansuruh Banyuwangi tidak hanya menyajikan taman bunga. Ke depan, wisata alam tersebut akan dipadukan dengan wisata adat dan budaya Suku Osing. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani telah mengecek langsung pengerjaan pengembangan wisata yang disokong oleh pemerintah pusat itu.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Revitalisasi destinasi Agrowisata Tamansuruh (AWT) di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, terus dilakukan. Pembangunan destinasi yang mengusung konsep budaya Suku Osing tersebut telah mencapai 70 persen.

AWT sendiri merupakan destinasi agrowisata seluas 10,5 hektare yang terletak di lereng kaki Gunung Ijen, tepatnya di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah. Destinasi yang menyuguhkan hamparan ragam komoditas pertanian igitu kini ditata lebih menarik, dengan dukungan dari pemerintah pusat.

Baca Juga : BMKG Banyuwangi Prediksi Banjir Rob Berlangsung Dua Hari

Di lokasi tersebut akan dibangun jajaran rumah Suku Osing yang indah. Berjejer dengan hamparan lahan pertanian, AWT menjadi kental dengan perpaduan nuansa budaya dan pesona alam.

Baca Juga : Banjir Rob Landa Tiga Kelurahan di Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan destinasi ini bisa menjadi magnet baru untuk memacu pemulihan ekonomi. Selain menciptakan lapangan kerja, nantinya ketika beroperasi AWT bisa menumbuhkan geliat usaha warga sekitar. ”AWT dikembangkan menjadi destinasi yang bisa mendokumentasikan Banyuwangi di masa lalu, masa kini, dan masa depan,” katanya.

Ke depan, AWT bakal mengggelar kegiatan adat dan atraksi budaya tanpa menghilangkan identitas aslinya sebagai taman bunga, dan etalase komoditas pertanian unggulan Banyuwangi.

Ipuk memastikan pengerjaannya tetap mengusung kearifan lokal Banyuwangi. Yakni konsep desa wisata Kampung Osing yang menampilkan keotentikan budayanya. “Pengerjaannya sudah mencapai 70 persen. Targetnya selesai pada Agustus mendatang,” ujarnya.

Untuk sisa pekerjaan sebesar 30 persen merupakan penyelesaian tahap akhir, seperti pembangunan pedestrian, pemasangan dinding rumah Osing, dan penataan lansekap.

Pemerintah juga membangun sejumlah fasilitas. Di antaranya area parkir bus, pedestrian jalan untuk akses kendaraan dan mobil, ticketing kendaraan, ruang tunggu pengemudi, serta area parkir mobil dan motor.

Selain itu, ada bangunan inti dan kolam, ground water tank, toilet, musala, serta sanggar tari. (rl/don)