Agus Lithanta Ketua PGRI Kota Probolinggo 2025–2030, Siap Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

Alvi Warda
Friday, 01 Aug 2025 18:36 WIB

RAPAT: PGRI Kota Probolinggo saat rapat menjelang pembentukan pengurus baru.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Agus Lithanta didapuk menjadi ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) 2025-2030. Pria yang juga menjabat kepala Bagian Umum Sekretariat DPRD Kota Probolinggo ini menegaskan komitmennya untuk terus membina dan mengembangkan pendidikan di Kota Probolinggo.
Hal ini disampaikan Agus Lithanta saat rapat bersama menjelang pelantikan pengurus harian PGRI yang baru, Jumat (1/8/2025) siang di SMP Negeri 9 Kota Probolinggo. Ia mengatakan tujuan utamanya sebagai ketua PGRI adalah membina dan mengembangkan pendidikan.
"Pengurus harian sudah terbentuk dan dilantik, tinggal bidang-bidang yang belum. Akan segera kita bentuk," kata Agus Lithanta yang baru meraih gelar doktoral dari Universitas Brawijaya Malang.
Agus Lithanta memimpin PGRI Kota Probolinggo untuk periode 2025-2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam konferensi PGRI Kota Probolinggo, pada Sabtu (19/7/2025) lalu.
Menurut Agus, PGRI akan berperan sebagai mitra pemerintah dalam mengawal pembinaan dan pengembangan pendidikan. PGRI juga berkomitmen meningkatkan profesionalisme guru melalui program berbasis online.

"Guru-guru berhak mendapatkan pengetahuan dari para pakar yang akan disiapkan oleh PGRI Kota Probolinggo. Mereka akan bersama-sama mendapatkan keilmuan melalui PGRI sebagai wadahnya," jelas Agus Lithanta yang juga menjadi pengurus Dewan Kesenian Kota Probolinggo di Komite Musik.
Selain peningkatan kompetensi, menurutnya, PGRI juga akan memperkuat hak-hak dan kesejahteraan guru. "Kami (PGRI, red) fokus pada tiga aspek: pendidikan, profesionalisme, dan kesejahteraan guru Kota Probolinggo," ucapnya.
Guru Ujung Tombak Pendidikan
AGUS Lithanta menekankan peran krusial guru dalam memperbaiki kualitas pendidikan. "Guru adalah ujung tombak yang memperbaiki pengetahuan dan karakter siswa. Mereka adalah penerus perjuangan untuk membuat anak cerdas dan berakhlak," katanya.
Agus juga menyoroti pentingnya pembaruan kompetensi guru secara berkelanjutan. "Kompetensi guru harus terus diupdate dan diupgrade. Bagaimana guru-guru mengikuti perkembangan zaman dan pengetahuan, sehingga mereka benar-benar bisa mengawal anak-anak bangsa yang berilmu dan berkarakter."
Selanjutnya, Agus menyatakan siap memperbaiki dan mengawal kualitas pendidikan agar semakin berkualitas dan profesional. "Program-program yang akan kami jalankan diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif bagi tantangan pendidikan di Kota Probolinggo, dengan menempatkan guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan generasi bangsa," tuturnya. (alv/why)

Share to
 (lp).jpg)