Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2022-08-20 17:08:18

Ajak Masyarakat Sambut Gembira Peringatan Kemerdekaan RI ke-77, Pemkab Probolinggo Gelar Pawai Budaya

GORONTALO: Plt Bupati Probolinggo HA Timbul Prihanjoko mengenakan busana adat Gorontalo. Plt Bupati mengajak masyarakat untuk bangkit dan menyambut gembira peringatan hari kemerdekaan.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sepanjang Jalan Wahidin Sudirohusodo - Jalan KH. Abdurrahman Wahid - Jalan Imam Bonjol di Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo, Sabtu (20/8/2022) pagi hingga siang hari menjadi “lautan manusia”. Warga Kabupaten Probolinggo dari berbagai kecamatan datang antusias menyaksikan Pawai Budaya yang disuguhkan Pemkab Probolinggo dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI.

Gelaran pawai budaya perdana pasca masa pandemi ini diikuti 48 kontingen dari perangkat daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo, sekolah atau pelajar, kelurahan dan desa di sekitar Kota Kraksaan. Masing-masing kontingen

Baca Juga : Bappeda Litbang Kota Probolinggo dalam Hadipro ke-663; Gelar Produk Anvapro dan Mengangkat Tradisi Bibibi

Sekitar pukul 08.00 WIB para peserta dilepas satu persatu oleh Plt Bupati Probolinggo Drs HA Timbul Prihanjoko didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Probolinggo. Kontingen peserta diberangkatkan mulai dari depan kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo atau sebelah utara RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Selanjutnya, para peserta pawai berhenti di Sasana Krida Kraksaan.

Baca Juga : Bappeda Litbang Kota Probolinggo dalam Hadipro ke-663; Gelar Produk Anvapro dan Angkat Tradisi Bibibi

KEBERAGAMAN: Keberagaman Indonesia menjadi tema dominan dalam pawai budaya yang digelar Pemkab Probolinggo di Kota Kraksaan, Sabtu (20/8/2022).

Para kontingen pawai budaya tersebut sebagian besar mengusung tema Bhineka Tunggal Ika. Seperti peserta nomor urut satu yang berasal dari perangkat daerah di lingkungan Pemkab Probolinggo. Mereka menampilkan seni reog dan jaran kepang.

Kontingen Diskominfo membawa bendera merah putih sepanjang 30 meter. Kontingen perangkat daerah lainnya mengusung pakaian adat, juga membawa bendera merah putih sejumlah 77 lembar. Kontingen berikutnya dari perangkat daerah dan pelajar, terlihat juga mengenakan pakaian adat daerah.

Kontingen SMPN 1 Besuk dalam pawai budaya ini melestarikan produk lokal, yaitu kerajinan gerabah. Guru dan siswa Besuk siap mendukung usaha kecil menengah kerajinan gerabah. HATI Islamic Boarding School Kraksaan menampilkan sebagian daripada potret wajah-wajah Indonesia saat ini. SMP Negeri 2 Paiton dalam pawai budaya tersebut menampilkan tari Roro Jabung.

MERAH PUTIH: Pesan kemerdekaan diusung kontingen yang membawa bendera merah putih.

Kontingen inspektorat daerah dan Sekretariat DPRD setempat menampilkan kuda tunggang yang direpresentasikan dalam sosok pahlawan nasional Pangeran Diponegoro.

Sementara, Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko sebelum melepas para kontestan pawai menyampaikan bahwa Pemkab Probolinggo ingin kembali menggugah masyarakat bahwa di Indonesia ini ada hari kemerdekaan.

"Pawai budaya ini dalam rangka menggairahkan kembali masyarakat yang kemarin pandemi, ternyata sekarang kita bisa mulai kembali. Biar ada relaksasi bagi masyarakat, untuk kita bersama-sama menyambut kegembiraan ini dalam rangka menyambut 77 tahun Kemerdekaan Indonesia," terang Timbul Prihanjoko yang juga politisi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Probolinggo.

Pada gelaran pawai budaya tersebut, Timbul Prihanjoko mengenakan pakaian adat Gorrontalo. Dengan mengenakan busana adat nusantara tersebut, Timbul hendak menyampaikan pesan kebhinekaan Indonesia. "Kami semuanya ini bersama-sama memakai pakaian-pakaian adat seluruh nusantara, untuk menjaga kebhinekaan Indonesia," tegasnya.

FOTO BARENG: Tidak sedikit peserta pawai yang diajak foto bareng penonton.

Timbul mengakui antusiasme masyarakat luar biasa pada gelaran pawai budaya pertama sejak pandemi Covid-19. Ia pun mengaku terkejut. "Masyarakat antusias sekali, dan juga partisipasi masyarakat sangat banyak,” katanya.

Lebih dari itu, Timbul juga mendapat informasi bahwa pawai ini juga berdampak pada persewaan pakaian adat. “Saya dengar persewaan pakaian adat sudah habis. Bahkan ada yang sewa ke Malang. Ini luar biasa. Artinya, ayo kita bersama sama, tentunya mulai hari ini bangkit kembali dalam rangka menyongsong masa depan yang lebih baik,” ujarnya. 

Selanjutnya, Timbul menyatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kegiatan ini.

“Selamat dan terimakaih kepada seluruh  panitia, seluruh masyarakat, awak media, dan kepada semua yang berpartipasi dalam rangka meramaikan pawai budaya. Semoga lancar dan rutin digelar tiap tahunnya,"  katanya bernada harap. (*/hla/why)