Rifky Leo Argadinata


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-11 13:46:11

Aksi 11 April, Ini 4 Tuntutan Aliansi Mahasiswa Cipayung Banyuwangi

11 APRIL: Dengan membakar ban bekas di depan kantor DPRD Banyuwangi, mahasiswa menyuarakan 4 tuntutannya agar DPRD meneruskannya ke pemerintah pusat. Salah satu tuntutannya adalah menstabilkan ketersediaan dan harga bahan pokok.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Sebanyak 100 mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Cipayung Banyuwangi, melakukan demontrasi di depan Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (11/4/2022). Dalam aksinya mahasiswa menyampaikan 4 tuntutan kepada DPRD untuk diteruskan ke Pemerintah Pusat.

Mahasiswa tersebut dimulai dari pukul 09.00 WIB, dan terdiri dari beberapa organisasi mahasiswa eksternal yakni GMNI, IMM dan HMI. Adapun keempat tuntutan tersebut yakni, turunkan harga BBM jenis Pertamax; kendalikan harga dan ketersedian bahan pokok; turunkan PPN; konsisten pada Pasal 7 UUD 1945 dengan menolak usulan 3 periode jabatan Presiden.

Baca Juga : GMNI Jember Soroti Tingginya Kasus Kekerasan Seksual

Kordinator Aksi Rozaki Mochtar mengatakan, ia menyesalkan sikap pemerintah yang menaikan harga BBM jenis Pertamax. "Kami mengindikasi nantinya terjadi victim atau peralihan dari yang semula menggunakan Pertamax kemudian menggunakan pertalite. Hal itu kami temukan di lapangan," katanya.

Baca Juga : KAMMI Jember Aksi Naik Sepeda, Kritik Kenaikan BBM dan Minyak Goreng

Rozaki menerangkan, pihaknya juga kerap menemukan kelangkaan minyak goreng yang diindikasi dilakukan oleh mafia yang ada di beberapa provinsi di Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Banyuwangi M. Ali Mahrus mengatakan, pihaknya beserta beberapa anggota DPRD Banyuwangi sudah menemui aliansi mahasiswa. DPRD juga menyatakan siap meneruskan tuntutan dari mahasiswa Banyuwangi kepada Pemerintah Pusat. "Kami sudah mengumpulkan tanda tangan (dukungan tuntutan mahasiswa)," katanya.

Mahrus menambahkan, DPRD di setiap daerah tidak bisa menentukan kebijakan harga BBM karena hal itu menjadi domain Pemerintah Pusat.

Sementara terkait kelangkaan minyak goreng, pihaknya sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan minyak goreng. "Kalau misal hal ini timbul kelangkaan kami akan menggunakan fungsi kontrol untuk terjun kelapangan,” katanya.

Aksi mahasiswa tersebut dijaga ketat 250 personel Polresta Banyuwangi. Tak hanya menyiagakan personel, Polresta juga menerjukan kendaraan taktis. Demonstrasi tersebut berakhir sekira pukul 12.00 WIB. (rl/don)