Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-23 21:33:39

Aktivitas Gunung Raung Fluktuatif, Pos Pantau Diguyur Hujan Abu

GUNUNGAPI: Asap berwarna abu-abu masih keluar dari puncak mawah Gunung Raung, seiring masih fluktuatifnya aktivitas vulkanik gunung di ketinggian 3.332 meter dari permukaan laut (mdpl) itu. (foto: PPGA Raung)

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memantau aktivitas Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.332 meter dari permukaan laut (mdpl). Dari pantauan itu, diketahui aktivitas erupsi Gunung Raung masih fluktuatif.

Petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Raung, Burhan Alethea, Selasa (23/3/2021) mengatakan, aktivitas Gunung Raung masih fluktuatif dalam pantuan per 6 jam.

Baca Juga : Dampak Abu Vulkanik Gunung Raung, BPBD Imbau Warga Tetap di Rumah

Menurutnya, dalam enam jam terakhir mulai pagi hingga siang Gunung Raung kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya setelah sempat menurun beberapa pekan lalu. "Asap yang dikeluarkan mencapai 1200 meter dari puncak," kata Burhan.

Baca Juga : Terdampak Abu Vulkanik Gunung Raung, Bandara Banyuwangi Ditutup

Burhan menyampaikan, catatan aktivitas vulkanik mulai pagi sampai siang mengalami peningkatan meskipun intensitasnya kecil. Menurutnya, kepulan asap atau debu vulkanik yang keluar dari puncak kawah Gunung Raung karena adanya tremor menerus (Microtremor). Dimana, rekaman amplitudo tercatat 0,5 sampai 4 mm dominan 1 mm.

Ia memperkirakan, jalur material yang keluar dari kolom kawah sudah terbuka. “Menyebabkan asap vulkanik keluar tidak seperti biasanya," katanya.

Akibaat peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, membuat kantor PPGA Raung yang berada di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, sempat kembali diguyur abu vulkanik. "Tadi pagi abu vulkanik sampai pos pantau," ujarnya.

Meski begitu status gunung yang berada di perbatasan tiga kabupaten yakni Banyuwangi, Bondowoso dan Jember tersebut masih berada di level II waspada.

Petugas PPGA Raung mengimbau kepada masyarakat atau wisatawan, agar tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat erupsi atau puncak kawah. (peb/don)