Anak Meninggal usai Operasi Patah Tulang, Warga Bugul Lor Somasi RSUD dr. R. Soedarsono

Amal Taufik
Sabtu, 01 Aug 2026 18:03 WIB

SOMASI: Januar saat menunjukkan surat somasi kepada RSUD dr. R. Soedarsono.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Januar Wahyudi, seorang warga Kota Pasuruan, melayangkan somasi kepada RSUD dr. R. Soedarsono (RS Purut), Kota Pasuruan. Penyebabnya, sang anak meninggal dunia usai operasi.
Pasien diketahui perempuan bermama DLW (18) warga Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo. Orang tua asuh DLW, Januar Wahyudi (52) mengungkapkan, peristiwa bermula ketika DLW mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Senin (6/7/2026).
"Setelah kecelakaan, hari itu juga dibawa ke rumah sakit Purut. Di rumah sakit diketahui anak saya mengalami patah tulang di lengan kanan," kata Januar Wahyudi, Sabtu (1/8/2026).
Besoknya, 7 Agustus, DLW dilakukan penanganan operasi patah tulang. DLW dirawat di rumah sakit hingga tanggal 9 Agustus pagi. Sore harinya, DLW diperbolehkan pulang.
Namun begitu, ketika sampai di rumah kondisi DLW bukannya membaik. Kesehatan DLW makin turun, sehingga malam harinya keluarga membawanya kembali ke rumah sakit Purut.
Sesampainya di rumah sakit, DLW mendapat penanganan hingga masuk ICU. "Masuk rumah sakit lagi tanggal 9 setelah maghrib sampai tanggal 14 Juli anak kami meninggal dunia," ujar Januar.
Januar menyesalkan peristiwa yang terjadi pada anaknya. Ia menduga ada indikasi salah penanganan. Pasalnya, ketika awal masuk rumah sakit, kondisi DLW baik-baik saja. Hasil identifikasi medis, putrinya mengalami patah tulang. Tidak ada yang lain.

Ia juga menyesalkan informed concern atau informasi persetujuan yang disampaikan pihak rumah sakit kepada keluarga sebelum dilakukan operasi kepada DLW tidak maksimal. Menurut Januar, yang memberikan informasi persetujuan adalah perawat. Padahal seharusnya dokter.
"Bahkan harusnya 2 dokter. Disampaikan apa resikonya, dampaknya, dan lainnya. Anak saya sebelum dioperasi itu gula darahnya tinggi. Gula darah tinggi itu tetap dilakukan operasi. Kami sampai sekarang tidak tahu apa pertimbangan medisnya. Setelah operasi gula darahnya tambah tinggi hingga koma," ujar Januar.
Atas kejadian tersebut, Januar melayangkan somasi kepada rumah sakit Purut. Poinnya, ia meminta penjelasan runtut secara resmi kondisi klinis pasien sebelum operasi, khususnya mengenai kadar gula darah yang tinggi.
Selain itu, pihak keluarga juga meminta rumah sakit menjelaskan pertimbangan medis yang mendasari keputusan untuk tetap melaksanakan operasi. Beberapa di antaranya seperti urgensi operasi, resiko apabila operasi ditunda, upaya pengendalian gula darah sebelum, selama, dan setelah operasi, serta alasan medis bahwa manfaat tindakan operasi dinilai lebih besar daripada resikonya.
"Kami minta penjelasan formal dan tertulis dari pihak rumah sakit. Sampai sekarang kami masih belum menerima itu. Kami berikan batas waktu 3 hari dan jika kami belum menerima, kami layangkan somasi kedua dan kami laporkan ke polres," imbuh Januar.
Terpisah, Direktur RSUD dr. R. Soedarsono, Adi Widianto saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp memberikan jawaban singkat bahwa Humas RSUD dr. R. Soedarsono yang akan menyampaikan penjelasan.
Sementara itu, Humas RSUD dr. R. Soedarsono, Wasuki, saat dikonfirmasi terkait somasi keluarga DLW, menjawab singkat melalui pesan WhatsApp. "Masih kami koordinasikan dulu dengan tim," katanya. (pik/why)

Share to
 (lp).jpg)