Anggota DPR RI Dini Rahmania Gandeng UIN KHAS Jember, "Ngopi" bareng Guru Ponpes HATI

Hilal Lahan Amrullah
Friday, 23 Oct 2026 08:11 WIB

NGOPI: Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem Hj Dini Rahmania dalam acara Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bareng para guru di Pondok Pesantren HATI, Desa Rangkang, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Kamis (22/10/2026).
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi NasDem Hj Dini Rahmania bekerjasama sama dengan Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Shiddiq (UIN KHAS) Jember, menggelar Ngobrol Pendidikan Islam (Ngopi) bareng para guru di Pondok Pesantren HATI, Desa Rangkang, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan itu dilangsungkan Kamis (22/10/2026).
Selain para guru, acara "Ngopi" tersebut juga dihadiri kordinator Kabupaten Garnita DPC Partai NasDem Kabupaten Probolinggo se-Dapil I, Garnita se-Dapil I, Kelompok Kajian Rahmania se-Dapil I, LHI se-Dapil I.
Dini menjelaskan, berdasarkan tema "Ngopi" "Guru Hebat, Madrasah Kuat", itu artinya bagaimana sebuah madrasah itu kuat tidak hanya dilihat dari gedungnya atau sarana prasarana tapi juga dilihat dari guru-gurunya. Bagaimana kualitas guru di dalamnya, kemudian bagaimana hubungan guru dengan wali murid, itu juga harus bersinergi bersama-sama. "Itu yang membuat madrasah atau sekolah jadi keluarga," terangnya.
Adapun kualitas guru-guru madrasah maupun sekolah umum saat ini di Kabupaten Probolinggo, ia melihat setelah kemarin "Ngopi" di sembilan titik yang mengundang guru-guru madrasah di bawah naungan Kementerian Agama, jadi guru-guru hari ini sudah sangat berbeda dari dahulu.
"Kalau guru yang dulu mungkin hanya mengajar di kelas saja, tapi guru hari ini mereka juga bisa berkolaborasi dengan wali murid, mereka bikin bersama-sama mungkin proyek-proyek kelas yang tujuan utamanya tentu saja untuk anak-anak didiknya," jelasnya.
Dini berharap ke depan tentu saja yang paling sering ditanyakan pada Dia adalah bagaimana peningkatan kesejahteraan guru. Dia melihat guru hari ini sudah sangat berkualitas tapi harus ditunjang dengan kesejahteraan guru dan support dari pemerintah. Bagaimana guru-guru ini mengajar tidak hanya aman, nyaman, tapi juga sejahtera.

"Jangan lagi ada ceritanya guru yang menangis dengan membandingkan dirinya guru madrasah dengan guru-guru dari sekolah umum misalnya, itu jangan lagi ada cerita kenapa saya sudah sekian tahun begini tapi masih belum ada kesejahteraan yang sama dengan guru-guru dari sekolah umum misalnya kayak gitu," ujar Dini yang juga menjabat ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Probolinggo.
Dini menambahkan, insya Allah tahun depan ia mau mengusahakan tahun depan agar guru-guru ini sama sejahteranya, sama-sama juga mendapatkan hak yang sama, berkesempatan yang sama seperti guru-guru di sekolah umum.
"Diantaranya yang pasti kemarin ya dari selama reses, selama serap aspirasi, aspirasi yang disampaikan adalah mereka berharap bisa diangkat menjadi PPPK, itu adalah bentuk kesejahteraan dari negara. Kemudian pada saat diangkat bukan lagi ditempatkan di mana saja, tapi mereka berharap bisa tetap mengajar, mengabdi dan membesarkan lembaga di mana mereka mengajar selama ini seperti itu," ungkapnya.
Sementara, aspirasi lain yaitu mengenai operator-operator sekolah. Mereka berharap juga sama-sama sejahtera, sama-sama mendapatkan hak-haknya ini dipenuhi. Karena sekali lagi operator ini adalah salah satu tulang rusuknya sebuah madrasah, di mana mereka juga yang membantu administrasi dari murid-murid untuk mendapatkan beasiswa, kemudian guru-guru untuk sertifikasi. "Maka dari sini saya mendapat masukan kemarin seharusnya operator juga sama-sama mendapatkan kesejahteraan sebagai penghargaan dari negara," tegasnya.
Adapun guru ngaji dan TPQ atau Madrasah Diniyah (Madin), ini nanti anggarannya itu ada di bawah naungan Dirjen Pontren atau pondok pesantren yang baru saja dilantik pimpinannya tanggal 16 Oktober 2026 kemarin.
"Harapannya, lembaganya madrasahnya dahuu dapat bantuan atau operasional dari pemerintah. Hal ini masih belum tahu kami bagaimana yang pasti ada anggaran untuk di bagian pondok pesantren. Nantinya kami sampaikan apa yang menjadi masukan dari para guru-guru Madin," harapnya. (hla/why)

Share to
 (lp).jpg)