Angin Kencang Terjang Banyuwangi, 13 Pohon Tumbang dan 57 Rumah Rusak

Mohamad Abdul Aziz
Thursday, 05 Mar 2026 18:31 WIB

TUMBANG: Pohon trembesi melintang di jalur nasional Banyuwangi-Jember di Kecamatan Kabat.
BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi sejak Rabu (4/3/2026) malam hingga Kamis (5/3/2026). Dalam peristiwa tersebut, pohon tumbang di sedikitnya 13 titik lokasi, dan merusak puluhan rumah warga.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Partana mengatakan, angin kencang terjadi pada Kamis sekitar pukul 09.00 WIB. Akibatnya, belasan pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Salah satu pohon tumbang di ruas jalan nasional Kabat–Banyuwangi. Pohon trembesi tumbang dan sempat mengganggu arus lalu lintas di jalur tersebut hingga diberlakukan sistem buka tutup. “Jalur nasional sempat terganggu. Namun penanganan cepat dilakukan oleh tim di lapangan, tidak sampai satu jam pohon tumbang berhasil dibersihkan sehingga arus lalu lintas kembali normal,” kata Partana.
Selain di jalur tersebut, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan Banyuwangi. Di antaranya di depan SMK Muhammadiyah Genteng. Berikutnya, tiga pohon tumbang di depan Universitas Islam Ibrahimy, dan di jalur nasional Genteng–Jember.
"Peristiwa serupa juga terjadi di wilayah Pesanggaran,"Imbuhnya. Selanjutnya, BPBD Banyuwangi pun membagi tim ke sejumlah titik untuk mempercepat proses penanganan dan pembersihan material pohon yang tumbang.
Sementara itu, hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Rabu malam juga menimbulkan dampak cukup luas di wilayah Kecamatan Tegalsari. Angin kencang dilaporkan melanda Desa Tegalsari, Desa Tegalrejo, dan Desa Dasri.

Dalam kejadian tersebut, sebanyak 57 rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori bervariasi. Mulai dari kerusakan ringan hingga berat. Selain itu, akses jalan desa juga sempat terganggu akibat pohon tumbang yang menutup badan jalan.
“Hujan lebat disertai angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di Desa Tegalsari hingga menutup akses jalan desa,” kata Partana.
Cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin. Angin kencang mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan, sementara satu rumah lainnya tergenang air.
Menurut Partana, genangan air terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang membuat debit air di saluran permukiman meningkat. Kondisi tersebut diperparah oleh sumbatan sampah rumah tangga, limbah kandang, serta potongan pohon bambu yang menyumbat saluran. “Akibatnya saluran meluap dan air masuk ke dalam rumah warga,” ujarnya.
Di lokasi lainnya, pohon tumbang juga dilaporkan menimpa kabel telekomunikasi di Desa Jelun Barat. Selain itu, dua pohon tumbang juga terjadi di ruas jalan menuju Kecamatan Rogojampi serta di ruas jalan Karangbendo.
BPBD Banyuwangi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama saat hujan disertai angin kencang yang dapat memicu pohon tumbang maupun kerusakan bangunan. (azi/why)


Share to
 (lp).jpg)



