Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-02 15:51:31

Angka Stunting di Banyuwangi Meningkat

Ilustrasi

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Pada tahun 2020 lalu, angka kasus stunting di Kabupaten Banyuwangi mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2019 kasus stunting sekitar 8,1 persen atau sebanyak 7.527 anak, maka di tahun 2020 naik 0,1 persen menjadi 8,2 persen atau 7.909 anak yang berusia kurang dari lima tahun.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Banyuwangi, kasus stunting itu tersebar di 25 kecamatan se Banyuwangi. Menurut Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Banyuwangi, Mujito, peningkatan itu salah satunya dipengaruhi pandemi Covid-19.

Baca Juga : Bantu Atasi Kasus Stunting, DPU Banyuwangi Siapkan Anggaran Rp 29 M

Mujito menjelaskan, di masa pandemi, aktivitas sosial serba dibatasi dan menghambat aktivitas ekonomi warga. “Berdampak pada peningkatan angka stunting,’’ jelasnya.

Baca Juga : Ruang Tunggu Puskesmas Kedopok Terbakar

Secara umum, penyebab stunting pada balita tidak hanya karena kekurangan gizi yang berdampak pada pertumbuhan tubuh dan otak. Menurut Mujit, hal itu juga disebabkan karena penyakit bawaan. “Serta rendanya pengetahuan orangtua mengenai kesehatan ibu dan anak,” kata Mujito.

Meski angka stunting di tahun 2020 mengalami peningkatan, namun jumlah itu masih di bawah angka stunting pada tahun 2018 yang mencapai 9,8 persen. Karena itu, Pemkab Banyuwangi berupaya menekan angka stunting dengan meningkatkan pelayanan kesehatan balita meski kondisi masih pandemi.

Salah satu peningkatan layanan kesehatan tersebut yakni, dengan mengerahkan petugas puskesmas untuk datang langsung ke rumah warga. “Ini momentum untuk menekan angka stunting," ujarnya.

Mujito juga berharap, agar masyarakat rutin memberikan gizi pada anak. Pemberian gizi pun tidak harus dengan membeli makanan yang mahal. “Cukup dengan mengkonsumsi telur dan ikan laut,” katanya. (peb/don)