Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-01-24 13:45:41

Antisipasi Penyebaran Omicron, Forkopimda Probolinggo Bentuk Pasukan Pamor Keris

PASUKAN: Dandim 0820 Letkol Arh Arip Budi Cahyono, bersama Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengecek kesiapan pasukan Pamor Keris saat apel pasukan di Mapolres Probolinggo, Senin (24/1) pagi. Pasukan Pamor Keris ini akan menjalankan patroli prokes dan kamtibmas, guna menekan penyebaran covid-19 varian omicron di Kabupaten Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Polres Probolinggo bersama Forkopimda menggelar apel pasukan Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan (Pamor Keris), Senin (24/1/2022) pagi. Pasukan Pamor Keris ini dibentuk untuk mencegah masuknya Covid-19 varian omicron ke Kabupaten Probolinggo.

Dalam apel itu, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arh Arip Budi Cahyono yang membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, masyarakat harus waspada terhadap varian omicron. Karena penularan varian omicron ini lebih cepat dibanding varian delta.

Baca Juga : Pemkab Banyuwangi Tidak Adakan Open House, Ini Alasannya

Terbukti, sejak pertama masuk ke Indonesia pada 27 November 2021, sudah ada 800 orang setiap harinya yang terserang omicron. Menurutnya, hal itu disebabkan karena rendahnya penerapan protokol kesehatan, turunnya kegiatan testing dan turunnya tracking kontak erat Covid-19. "Tiga hal itu yang menyebabkan varian omicron menyebar dengan cepat," tuturnya.

Baca Juga : Dinkes Kabupaten Probolinggo Siapkan Puluhan Ribu Vaksin untuk Pemudik

Sementara itu, Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi menyampaikan pasukan Pamor Keris ini dibentuk untuk menegakkan prokes dan cipta kondisi kamtibmas di wilayah Kabupaten Probolinggo.

Nantinya, pasukan bermotor ini secara rutin melakukan patroli prokes. Mulai dari tingkat kabupaten, hingga masuk pada tingkat kecamatan se Kabupaten Probolinggo. "Tim ini gabungan TNI-Polri dan Pemda," terang kapolres asal Aceh ini.

Arsya berharap pasukan Pamor Keris dapat melaksanakan tugasnya secara optimal, dan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya, kesadaran masyarakat akan prokes itu juga penting dalam mencegah covid-19, khususnya varian omicron. (zr/don)