Muhammad Musleh


Wartawan Tadatodays.com | 2020-07-28 20:46:34

Atasi Kejenuhan Daring, Pemkab Luncurkan Program Guru Sambang

ATASI KEJENUHAN : Cak Thoriq dan Bunda Indah melihat langsung proses program Guru Sambang yang baru diluncurkan.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Untuk mempermudah siswa dalam mendapatkan akses pembelajaran selain menggunakan metode daring/online selama pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang meluncurkan inovasi "Guru Sambang" bagi satuan pendidikan pada jenjang TK, SD dan SMP.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq (Cak Thoriq) mengatakan, bahwa inovasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan tersebut, merupakan salah satu penanganan alternatif dalam mempermudah akses pembelajaran bagi siswa, dengan tetap melakukan metode tatap muka secara berkelompok.

Baca Juga : Tiga Kepala Dinas dilukir, Bupati Lumajang Minta Segera Adaptasi

"Jadi inovasi Guru Sambang ini, gurunya datang mengajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) yang sudah ditentukan, seperti pada salah satu lokasi yang tidak jauh dari suatu kelompok kediaman siswa dengan tetap tertib melasanakan prosedur protokol kesehatan," kata dia saat dimintai keterangan usai melaunching inovasi Guru Sambang, di Desa Kalisemut Kecamatan Padang, Selasa (28/7/2020).

Cak Thoriq mengaku, masih banyak persoalan yang sering dikeluh kesahkan oleh orang tua terkait metode pembelajaran secara daring/online. Menurutnya, hal tersebut disebabkan lantaran tidak semua siswa dapat memenuhi fasilitas untuk belajar, seperti Handphone berbasis Android, bahkan ada beberapa siswa yang masih belum bisa mengakses internet karena pengaruh sinyal.

"Banyak kendala yang sering dikeluh kesahkan oleh orang tua atas pembelajaran anaknya, kalau menggunakan aplikasi belajar online, tidak semua mendapatkan akses yang memudahkan, ada yang tidak punya Handphone berbasis Android, serta ada yang sinyalnya tidak stabil," ujarnya.

Dirinya berharap, dengan adanya inovasi Guru Sambang yang telah diluncurkan dapat memberikan akses pembelajaran secara mudah bagi peserta didik.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati (Bunda Indah) mengungkapkan, bahwa inovasI Guru Sambang tersebut merupakan salah satu upaya Pemkab Lumajang dalam menangani persoalan kegiatan ajar mengajar selama pandemi Covid-19.

"Guru Sambang ini merupakan jawaban atas permasalahan-permasalahan yang ada di sekolah, sebelum sekolah dibuka kembali, mudah-mudahan ini bisa menjadi Pilot project untuk nasional," ungkap dia.

Dalan kesempatan tersebut, Bunda Indah juga menjelaskan, adapun mekanisme untuk inovasi Guru Sambang tersebut adalah setiap TKB maksimal dibatasi sejumlah lima siswa, sementara untuk lokasi belajar pada jenjang pendidikan TK sampai saat ini  telah tercatat sekitar 4.000 TKB,  jenjang SD sekitar 12.000 TKB dan SMP tercatat sekitar 5.000 TKB.

"Jadi ini serentak ya, dalam satu hari terdiri dari beberapa waktu, ada yang pagi, siang dan sore," jelasnya.

Di hari yang sama Bupati dan Wabup Lumajang juga meninjau realisasi inovasi Guru Sambang di Desa Pakel Kidul Kecamatan Gucialit. (mm/sp)