Atlet Berprestasi Sefriel Adriansyah Meninggal Saat Padamkan Api Karhutla Bromo

Amelia Subandi
Friday, 16 Oct 2026 18:57 WIB

PORPROV: Sefriel Adriansyah (kiri) saat laga Porprov 2024.
PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (15/10/2026) berujung duka. Empat orang meninggal dunia. Salah satu dari 4 korban tersebut adalah Sefriel Adriansyah (19), yang merupakan atlet berprestasi binaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Probolinggo.
Sefriel menyumbangkan 2 medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun 2023 dan 2025. Ia meninggal dunia di lokasi kejadian sesaat setelah tragedi karhutla TNBTS Bromo.
Menurut informasi dari pihak keluarga, Sefriel meninggal setelah terjebak kobaran api saat berupaya memadamkan kebakaran di sekitar tempatnya bekerja, yakni hotel Artotel di kawasan Gunung Bromo. Tepatnya di sisi timur wilayah Mentigen, Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Jurnalis tadatodays.com mendatangi rumah duka yang berada di Jalan Serayu Kelurahan Jrebeng Kulon. Banyak pelayat dari berbagai kalangan datang menyampaikan bela sungkawa. Sang ibu, yakni Nurul Hidayati (42), saat ditemui menyampaikan bahwa putra keduanya tersebut adalah sosok yang humoris dan mudah bergaul.
.png)
MAKAM: Pelatih dan para atlet panjat tebing di pemakaman Sefriel.
“Saya terakhir berkomunikasi dengan Sefriel pukul 11 siang. Dia mengabarkan kalau sedang berada di dekat lokasi kebakaran lahan. Saya juga mengigatkan agar hati-hati dan jangan lupa untuk makan,” ceritanya.
Sang ibu bercerita kalau anaknya sudah 5 bulan ini bekerja sebagai staff enginering di artotel cabin bromo. Selama 5 bulan itu, almarhum menyempatkan pulang kerumah setiap 2 minggu sekali.

“Sefriel pulang 2 minggu sekali. Karena dapat liburnya memang 2 minggu sekali. Setiap mendapat gaji bulanan, tidak usah diminta. Sudah pasti langsung transfer,” kenang sang ibu menceritakan almarhum.
Kini orang tua berharap ada kepastian penyebab meninggalnya almarhum. Sebab hingga berita ini diturunkan, menurut sang ibu, belum ada pihak dari manajemen hotel yang datang melayat, bahkan memberikan penjelasan penyebab almarhum meninggal dunia.
“Tadi sudah datang pihak kepolisian untuk meminta keterangan kami (keluarga, red). Kami ikhlas, tapi sebagai orang tua, kami ingin tahu penyebab pasti, kenapa sampai anak kami meninggal. Kami keluarga butuh penjelasan pasti, agar almarhum juga tenang,” tambahnya.
Sementara, di mata pelatih FPTI Kota Probolinggo Iwan Rosyidi, alhamarhum merupakan sosok atlet pekerja keras. Pada Jumat (9/10/2026) lalu, Sefriel masih menyempatkan diri datang ke GOR Ahmad Yani saat libur kerja.
Dalam kesempatan tersebut, mereka sempat membicarakan persiapan menghadapi Porprov 2027. Iwan mengaku sempat menanyakan kesiapan Sefriel untuk kembali memperkuat Kota Probolinggo dalam ajang tersebut.
“Sosok atlet yang mempunyai kepedulian tinggi kepada teman-temannya. Kadang kala, kalau pas lagi libur, almarhum juga ikut melatih adik-adiknya. Dia juga bersedia turun memperkuat cabor FPTI di Porprov 2027 yang akan datang,” kata Iwan Rosyidi.
Seperti diketahui, kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo membawa korban. Empat orang meninggal dunia, yaitu Sukaris, operator layanan operasional pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I TNBTS; Sefriel, petugas engineering hotel; dan Wisnu Yuda Pratama, petugas sekuriti hotel.
Sedangkan satu korban lainnya ialah Hendra Rony Wagiyanta, yang bertugas sebagai Manggala Agni pada bidang pengelolaan TNBTS Wilayah I, meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. (mel/why)

Share to
 (lp).jpg)