Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-05 22:03:50

Bakal Calon Kades Keluhkan Pelayanan Dispendik

PERSYARATAN: Dinas Pendidikan menjadi salah satu kantor pelayanan bagi bakal calon kepala desa (bacakades) untuk mengurusi syarat ijazah. Tapi, ada bacakades yang menyebutkan buruknya layanan di Dispendik.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kasmadi, warga Desa Ledok Ombo, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, adalah salah satu bakal calon kepala desa (bacakades) yang mengeluhkan pelayanan di Dinas Pendidikan (Dispendik). Untuk mengurusi ijazah paket B miliknya yang hilang, ia harus bolak balik ke kantor Dispendik demi memenuhi persyaratan pencalonannya.

Di kantor Dispendik, Kasmadi mengurus surat keterangan pengganti ijazahnya yang hilang. Menurutnya, pelayanan di Dispendik rumit.

Baca Juga : Puskesmas Klenang Kidul Menggelar Senam dan Screening Penyakit Tidak Menular

Kasmadi menceritakan,  dirinya sudah 7 hari berada di Kota Kraksaan. Diketahui, seluruh kantor yang melayani berkas persyaratan bagi bacakades ada di Kraksaan. Kecuali, kantor masing-masing kecamatan dan desa yang menggelar pilkades.

Baca Juga : Puskesmas Klenang Kidul Gelar Senam dan Screening Penyakit Tidak Menular

Kasmadi mengaku sudah 7 hari berada di Kraksaan, dengan tidur di mobilnya. "Kalau bolak balik jauh," terangnya, Jumat (5/11/2021) sore.

Nah, selama mengurusi ijazah paket B miliknya yang hilang, segala persyaratan sudah ia ajukan ke Dispendik. Hanya saja masih kurang saksi-saksi yang juga diminta oleh pihak Dispendik.

Karena meminta saksi, dirinya membawa temannya sebanyak 3 orang yang pernah sekolah paket B dengannya di lembaga Tunas Bangsa, Kecamatan Sumber. "Setelah saksi datang, ternyata masih ada berkas yang dinyatakan kurang," katanya.

Namun setelah dicek, ternyata dirinya merasa sudah menyetor berkas yang dibutuhkan itu. Seperti surat keterangan kehilangan dan surat domisili. "Itu (berkas) dikemanain kok hilang," ujarnya.

Dari pangamatan tadatodays.com pada diri Kasmadi, jari-jari di kedua kakinya mengalami lecet. Kasmadi mengaku, lecetnya jari kakinya itu dikarenakan setiap harinya menggunakan sepatu dan mondar-mandir selama pengurusan berkas. "Kok bisa buruk begini pelayanannya," tuturnya.

Kini dirinya hanya bisa pasrah dengan rumitnya pengurusan administrasi di Dispendik itu.

Senada juga disampaikan Abdurrahman, warga Kecamatan Tiris, yang saat itu menemani saudaranya untuk melengkapi syarat administrasi ke Dispendik untuk mendaftar sebagai bacakades. "Banyak bacakades yang bolak balik mengurus berkasnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten Probolinggo, Fathur Rosi belum bisa dimintai keterangan. Saat tadatodays.com berkunjung ke kantornya, seorang pegawai mengatakan bahwa Fathur Rosi masih ada rapat.

Begitu juga dengan Sekretaris Dispendik, Edi Karyawan. Sampai berita ini ditulis, panggilan seluler tadatodays.com tidak dijawab. Pesan singkat WhatsApp pun tak kunjung dibalas. (zr/don)