Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-09 00:47:24

Banjir Bercampur Belerang Jebol Tanggul DAS Rejali, Rumah Warga Lereng Semeru Terendam

SIAGA: Kepala Dusun Kamar Kajang Umar (hijau) bersama warga mengecek air luapan DAS Rejali yang mulai masuk ke permukiman. Air tersebut panas dan mengeluarkan uap, karena bercampur belerang.

LUMAJANG, TADATODAYS.COM – Hujan deras kembali mengguyur puncak hingga lereng Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Rabu (8/12/2021) malam. Debit air yang merupakan lahar dingin Gunung Semeru di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rejali di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, meluap setelah tanggul jebol. Tak ayal, air dengan suhu panas itupun masuk ke permukiman warga.

Ya, hujan deras itu terjadi sejak pukul 21.30 hingga 23.00 Wib. Meski tak berlangsung lama, namun sangat deras.

Baca Juga : Tidak Ada Korban, Awan Panas Guguran Semeru Terhenti di Gumukmas

Dari pantauan tadatodays.com, sejak hujan turun, petugas gabungan bersama perangkat desa langsung meninjau DAS Rejali di jarak 300 meter dari bantaran sungai. Tinjauan itu dilakukan di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh. Pengecekan di Dusun Kamar Kajang itu dilakukan, karena dusun tersebut berada di area paling utara atau paling dekat dengan kaki Gunung Semeru.

Baca Juga : Komunitas Cat Rescue Selamatkan Kucing di Kawasan Erupsi Gunung Semeru

Nah, dari pengecekan itulah, diketahui tanggul yang berfungsi menahan air sungai sudah jebol. Air bercampur abu vulkanik gunung setinggi 3676 mdpl itupun mulai memasuki permukiman warga.

Tak hanya bau belerang, air tersebut juga panas dan mengeluarkan uap. Setiap orang yang memantau DAS Rejali memakai sepatu boot dan jas hujan.

Mengetahui tanggul jebol, perangkat desa dan petugas gabungan bergegas menuju permukiman untuk memantau masuknya air. Beruntung, seluruh warga di Dusun Kamar Kajang sudah dievakuasi ke posko pengungsian sejak Senin (6/12) lalu.

Setelah memastikan tidak ada warga di dusun tersebut, perangkat Desa Sumberwuluh langsung menginformasikan kepada warga dusun dan desa lainnya yang letaknya berada di sepanjang DAS Rejali.

Umar, Kepala Dusun Kamar Kajang, mengatakan aparat dan warga selalu waspada saat turun hujan. “Berjaga-jaga sudah dilakukan sejak empat hari lalu,” kata Umar, saat diwawancara usai meninjau permukiman warga.

Umar menjelaskan, akibat luapan air DAS Rejali ini banyak rumah yang terendam. Yang paling parah terjadi di rumah-rumah warga yang dekat dengan aliran sungai. “Air sampai ke atap rumah,” ujarnya.

Sementara terkait tanggul yang jebol, Umar menyebut bahwa tanggul itu baru dibangun Rabu pagi. “Malam ini sudah jebol,” tuturnya.

Hingga pukul 1 dini hari pada Kamis (9/12), petugas dan warga masih bersiaga menunggu turunnya debit air DAS Rejali. (zr/don)