Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-03-08 23:46:43

Banjir Dringu, Warga Pingsan, Mobil Terendam, Pagar Roboh

EVAKUASI: Warga Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, mengevakuasi warga setempat yang pingsan menggunakan dipan saat banjir menerjang permukiman.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Banjir untuk ketiga kalinya melanda Desa Kedungdalem dan Desa/Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Pada Senin (8/3/2021) sore, dua desa tersebut kembali diterjang banjir. Bahkan seorang warga sampai mengalami kerugian dengan taksiran sampai Rp 200 juta, karena pagar rumahnya rusak, serta 1 unit mobil dan motornya terendam air banjir.

Hal itu menimpa Didik Hariyanto, warga Desa Kedungdalem. Didik  menuturkan, air Sungai Kedunggaleng mulai meluap sejak pukul 17.30 WIB.  “Hingga ketinggian 1,5 meter," katanya. Sementara, pagar rumahnya roboh sekira pukul 19.30.

Baca Juga : Pemprov Jatim Fokus Bangun Bronjong di Jembatan Kedungdalem

Sementara, Anis, warga Desa Kedungdalem lainnya mengatakan, ia mengetahui naiknya air Sungai Kedunggaleng dari keluarganya yang berada di Desa Jorongan, Kecamatan Leces. Bahkan, air sungai mulai meluber ke jalan nasional. Diketahui, Desa Jorongan yang berada di selatan Dringu juga dilintasi Sungai Kedunggaleng .

Baca Juga : Komunitas Bikers Fasilitasi Servis Gratis bagi Warga Terdampak Banjir Dringu

Mendapat informasi tersebut, Anis kemudian memberitahukan tetangganya dan mengevakuasi barang berharga ke tempat yang lebih aman. "Ini ketinggian air di tembok ada bekasnya," ujarnya.

Dari pantauan tadatodays.com, warga Desa Kedungdalem tak hanya sibuk mengevakuasi barang berharga. Sebagian warga sampai ada yang pingsan, sehingga harus digotong menggunakan dipan. 

Sementara, petugas BPBD terpantau menyusuri Jalan Daendels untuk mengevakuasi warga yang terdampak. Evakuasi itu menggunakan mobil rescue, kapal boat dan mengirim nasi bungkus.

Kemudian, sekira pukul 20.40 WIB air banjir di Desa Kedungdalem mulai surut. Sedangkan, di Desa Dringu air masih menggenangi jalan desa dan permukiman. Saat itulah, ratusan warga terdampak mulai membersihkan lumpur yang terbawa air banjir di rumah mereka.

Tak hanya di Desa Kedungdalem dan Desa Dringu, banjir juga terpantau terjadi di Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, dan Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Desa Tegalrejo lokasinya berada di selatan Desa Kedungdalem, sementara Kelurahan Sumbertaman berbatasan dengan Desa Tegalrejo.

Di dua wilayah tersebut, puluhan rumah di area sempadan sungai setempat juga kebanjiran. 
Sugeng, warga Kelurahan Sumbertaman, yang rumahnya dekat dengan jembatan mengatakan, air mulai naik sejak pukul 16.00 WIB. Karena itu, perabotan di dalam rumahnya ia amankan. Akan tetapi, 4 ekor hewan ternaknya terbawa arus air. "Yang penting saya selamat,” katanya. 

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Tutug Edi Utomo mengatakan, banjir yang terjadi di Dringu merupakan banjir kiriman akibat hujan deras yang mengguyur wilayah hulu. Seperti, Kecamatan Sumber, Kuripan, dan Bantaran. (ang/don)