Banjir Lahar Semeru Lumajang, 137 KK Terisolir, Murid Kesulitan Menyeberang

M. David Firmansyah
Thursday, 16 Jan 2025 16:10 WIB

BANJIR: Penambang pasir di Candipuro, Lumajang, bersusah payah menepi dari sungai saat banjir lahar.
LUMAJANG, TADATODAYS.COM - Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Lumajang pada Rabu (15/1/2025), mengakibatkan banjir lahar sedang di Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro. Dampaknya, ada 137 Kepala Keluarga (KK) terisolir. Murid sekolah pun kesulitan menyeberang jembatan.
Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terpantau terjadi di wilayah kaki Gunung Semeru, tepatnya di Kecamatan Candipuro pada Rabu (15/01/2025). Sampai Kamis (16/1/2025) sekitar pukul 14.00 WIB, getaran banjir terekam alat seismograf dengan rentang 6-10 milimeter.
Banjir lahar ini sangat berdampak pada aktivitas masyarakat. Salah satu Guru SD Jugosari 3 Kecamatan Candipuro Erni menceritakan, sebagian muridnya kesulitan melintasi jembatan limpas. Jembatan ini menjadi satu-satunya akses penghubung Dusun Sumberlangsep dengan Dusun Sumberkajar di Desa Jugosari.
"Meski banjir, warga masih bisa menyeberang. Kalau siswa SD Jugosari ada total 82 anak, cuma yang terisolir kan Dusun Sumberlangsep. Sedangkan banyak murid yang dari sana," papar Erni.
Sedangkan Kepala Dusun Sumberlangsep dan Sumberkajar Murtopo menjelaskan, tidak hanya siswa sekolah yang terganggu. Warga juga banyak yang aktivitasnya menjadi terhambat, meski tidak sampai masuk ke pemukiman warga.

"Ada 137 KK dan dan 510 jiwa di sini yang terisolir. Jembatan limpas menjadi akses mobilitas warga keluar. Tidak ada alternatif lainnya," terang Murtopo
Sementara itu, Relawan Bencana Gunung Semeru Rosid mengatakan, akhir-akhir ini hujan lebat terjadi di sekitar wilayah Kecamatan Candipuro dan Kecamatan Pronojiwo. Sehingga, masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai potensi banjir lahar yang lebih besar di wilayah tersebut.
"Selalu berkoordinasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Terpantau untuk saat ini di wilayah lereng Gunung Semeru dan sekitarnya terjadi hujan dengan intensitas lebat. Jadi mohon berkoordinasi bagi kerabat atau keluarga yang masih beraktivitas di bantaran sungai yang berpotensi banjir lahar" papar Rosid.
Sebagai informasi, hingga saat ini getaran banjir di atas masih terus terekam hingga menunjukkan angka 12 milimeter. Banjir lahar susulan yang lebih besar masih berpotensi terjadi. (dav/why)




Share to
 (lp).jpg)