Andi Saputra


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-19 10:31:45

Banjir Susulan, Sebagian Warga Jember Kembali Mengungsi

PANTAU: Petugas BPBD Jember memantau kondisi rumah warga yang kembali kebanjiran.

JEMBER, TADATODAYS.COM - Diguyur hujan lebat selama kurang lebih 6 jam pada Senin (18/1/2021) malam kemarin, banjir susulan kembali terjadi di Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Banjir itu melanda dua desa, yakni Desa Wonoasri dan Desa Curahnongko.

Banjir susulan itupun menambah deretan panjang bencana alam yang dialami warga setempat. Padahal, sejak Minggu (17/1/2021) lalu, warga sudah mulai kembali pulang ke rumah nya untuk membersihkan kotoran sisa banjir sebelumnya.

Baca Juga : Pemprov Siapkan Anggaran Rp 150 Juta untuk Perbaikan Tanggul Jebol di Dringu

Beruntung volume banjir kali ini tak sebesar banjir sebelumnya, karena intensitas hujan lebat yang mulai mengguyur Jember sejak pukul 15.00 WIB itu, hanya  berlangsung sebentar. Kemudian sekitar pukul 21.00 hujan mulai mereda, dan hanya terjadi grimis hingga tengah malam.

Baca Juga : Buruknya Pengelolaan Sampah Jadi Salah Satu Penyebab Banjir Dringu

Anggota Pusdalops BPBD Jember, Firman Arifianto saat dikonfirmasi mengatakan, sejak turun hujan pada Senin sore, BPBD Jember langsung menerjunkan tim pantau ke dua desa rawan banjir. Yakni Desa Wonoasri dan Curahnongko.

Dari pantauan tersebut, diketahui di sejumlah wilayah air sempat mengalami kenaikan setinggi 50 centimeter. "Pemantau kami di lapangan aman terkendali karena sudah mulai surut," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon.

Firman menambahkan, pihaknya akan terus mengupdate kondisi di lapangan karena hujan dikhawatirkan turun sewaktu-waktu.

Sementara akibat banjir susulan tersebut, 10 warga langsung mengungsi ke posko bencana karena khawatir apabila banjir datang lebih besar.

Untuk diketahui, meski saat ini sudah tidak ada pungungsi di posko bencana di desa setempat, BPBD Jember dan sejumlah relawan tetap bertahan di posko bencana dalam rangka pemulihan pasca banjir.

Sejumlah langkah pemulihan itu yakni pendataan bantuan dari sejumlah organisasi masyarakat, pendistribusian bantuan ke seluruh warga korban banjir, dan trauma healing kepada masyarakat korban bencana. (as/don)