Banyubiru Jadi Tulang Punggung PAD Wisata Kabupaten Pasuruan selama 2025

Amal Taufik
Wednesday, 11 Feb 2026 13:11 WIB

WISATA: Kawasan wisata Banyubiru
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Pemandian Alam Banyubiru kembali menegaskan posisinya sebagai destinasi unggulan sekaligus penyumbang terbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata Kabupaten Pasuruan sepanjang tahun 2025. Di saat dua destinasi lain masih berjuang meningkatkan performa, Banyubiru justru melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan mencatat, realisasi PAD sektor wisata tahun 2025 mencapai Rp 851.297.000 atau setara 94,6 persen dari target Rp 900 juta. Capaian tersebut bersumber dari tiga destinasi wisata yang dikelola langsung oleh pemkab, yakni Banyubiru, Ranu Grati, dan Pos Pantau Baledono di kawasan Tosari.
Kepala Disbudpar Kabupaten Pasuruan melalui Kepala Bidang Destinasi dan Industri Wisata, Nusantoro, menyebut Banyubiru menjadi kontributor utama dalam pencapaian tersebut. Bahkan, pendapatan dari destinasi wisata air alami itu tercatat sudah melampaui target internal yang dibebankan.
“Kalau dilihat secara rinci, Banyubiru sudah over target. Justru di situlah kekuatan PAD wisata kita saat ini,” ujar Nusantoro, Rabu (11/02/2026).
Ia menjelaskan, belum tercapainya target PAD secara keseluruhan bukan disebabkan menurunnya minat wisata, melainkan belum optimalnya kontribusi dari dua destinasi lainnya. Ranu Grati dan Pos Baledono masih belum optimal.

Menurut Nusantoro, Banyubiru memiliki keunggulan yang relatif stabil dibanding destinasi lain, terutama dari sisi daya tarik wisata air alami yang sudah dikenal luas dan konsisten mendatangkan pengunjung. “Banyubiru punya karakter wisata yang kuat dan basis pengunjung yang jelas. Itu yang membuat kontribusinya selalu dominan,” katanya.
Sementara itu, Ranu Grati dan Pos Baledono masih menghadapi sejumlah pekerjaan rumah, mulai dari pembenahan fasilitas, peningkatan daya tarik wisata, hingga penataan sistem pengelolaan dan retribusi agar lebih optimal.
Disbudpar Kabupaten Pasuruan menegaskan tidak ingin ketergantungan PAD wisata hanya bertumpu pada satu destinasi. Evaluasi kinerja telah dilakukan untuk mendorong pemerataan kontribusi antar lokasi wisata.
“Tahun ini fokus kami memperkuat Ranu Grati dan Baledono agar tidak tertinggal jauh. Dengan inovasi kegiatan dan pembenahan pengelolaan, kami optimistis kontribusi PAD bisa lebih seimbang dan target ke depan terlampaui,” kata Nusantoro. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)