Banyuwangi Hadirkan 86 Event dalam Banyuwangi Attractions 2026, Perkuat Identitas Budaya dan Sport Tourism

Mohamad Abdul Aziz
Monday, 23 Feb 2026 15:23 WIB

SEBLANG: Penampilan seblang di tahun 2025.
BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Kabupaten Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan kekayaan seni dan budaya paling beragam di Indonesia. Untuk menguatkan identitas lokal sekaligus merawat tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat, Pemkab Banyuwangi menghadirkan program tahunan bertajuk “Banyuwangi Attractions 2026”.
Tahun ini, Banyuwangi Attractions menghadirkan 86 atraksi. Sebagian besar merupakan event seni budaya khas daerah yang sudah menjadi tradisi turun-temurun. Sejumlah tradisi sakral dan budaya unggulan kembali masuk dalam kalender acara, di antaranya Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Seblang, serta Kebo-Keboan yang menjadi simbol kuat tradisi masyarakat setempat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Banyuwangi Attractions merupakan salah satu cara pemerintah daerah dalam menguatkan identitas lokal sekaligus menjadi ajang konsolidasi warga. “Ini sesuai dengan program Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dari Presiden Prabowo. Di mana ASRI mengamanatkan agar setiap daerah menguatkan seni budaya daerah yang memperkaya budaya nasional,” ujar Ipuk.
Pemkab Banyuwangi sendiri telah meluncurkan program Banyuwangi ASRI sebagai langkah percepatan implementasi Indonesia ASRI. Pada komponen “Indah”, program ini diwujudkan melalui pembangunan pariwisata berkelanjutan yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal, salah satunya melalui Banyuwangi Attractions.
“Banyuwangi dikenal sebagai daerah yang kaya tradisi dan seni pertunjukan budaya. Namun, budaya tidak cukup hanya diwariskan. Melainkan harus dirawat, dipentaskan, dan dibanggakan,” tegas Bupati Ipuk.
Menurutnya, Banyuwangi Attractions bukan sekadar rangkaian acara, melainkan panggung besar yang menyatukan budaya, olahraga, pariwisata, serta semangat kebersamaan masyarakat. “Event-event ini bukan sekadar tontonan, tetapi ruang ekspresi bagi seniman lokal, generasi muda, dan pelaku ekonomi kreatif," Jelasnya.


Sejumlah agenda utama yang akan digelar sepanjang 2026 antara lain Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, serta Gandrung Sewu yang dijadwalkan pada 24 Oktober. Selain itu, Seblang Olehsari akan digelar pada 23–29 Maret, Kebo-Keboan Alasmalang pada 28 Juni, dan Petik Laut Muncar pada 10 Juli.
Tak hanya budaya, Banyuwangi Attractions 2026 juga memanjakan para pecinta olahraga. Untuk penghobi sepeda, tersedia event Banyuwangi BMX Super Cross pada 27 Juni dan Banyuwangi Ijen Geopark Downhill pada 19–20 September.
Sementara, bagi pecinta lari, keindahan trek hijau nan eksotis akan tersaji dalam Ijen Green Run/Trail 2026 yang dijadwalkan pada 12 September.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Hartono, menjelaskan bahwa Banyuwangi Attractions bukan sekadar agenda wisata, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah. “Atraksi ini menguatkan budaya, menggerakkan ekonomi, membangun citra positif daerah, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha," ujar Hartono.
Melalui Banyuwangi Attractions 2026, Kabupaten Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal. "Kami percaya, ketika budaya dijaga, olahraga digerakkan, dan lingkungan dirawat, maka pembangunan akan berjalan lebih berkelanjutan dan inklusif,” kata Hartono. (azi/why)



Share to
 (lp).jpg)