Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-11-10 19:28:19

Bapak dan Anak Mengaku Dipukul oleh Tenaga Honorer Pemkot Probolinggo

LAPORAN: Saihu menunjukkan surat laporan kasus dugaan penganiayaan yang dialaminya, ke SPKT Polres Probolinggo Kota. Ia mengaku dipukul oleh anak tetangganya yang bekerja sebagai tenaga honorer di Pemkot Probolinggo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Seorang bapak dan anak warga Jalan Cangkring, Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, Saihu, 46, dan Putri, 20, melapor ke Polres Probolinggo Kota atas kasus dugaan penganiayaan. Yang dilaporkan adalah AG, seorang tenaga honorer di salah satu OPD Pemkot Probolinggo.

Ditemui di rumahnya, Rabu (10/11/2021) pagi, Saihu menceritakan kronologi dugaan penganiyaan tersebut. Bermula, saat Putri hendak berangkat kerja pada Minggu (7/11) lalu. Sebelum berangkat, Putri sempat bermain aplikasi tik-tok di halaman rumahnya.

Baca Juga : Dituding Menganiaya Bapak-Anak, Tenaga Honorer Pemkot Probolinggo Berikan Klarifikasi

Tak lama kemudian, ibu AG, BH, yang merupakan tetangga Saihu tiba-tiba marah terhadap Putri. Belum jelas penyebab BH marah saat melihat Putri tengah bermain tik-tok. Tapi, Saihu mengakui bahwa keluarganya dengan keluarga BH sedang tidak akur.

Baca Juga : Pulang Dari Wisata Seruni Poin, Dua Mahasiswa Tewas Adu Moncong Dengan Pikup

Beberapa saat kemudian, lanjut Saihu, BH melampiaskan amarahnya dengan mengadu kepada AG dengan mendatangi rumah anaknya itu yang berada di Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan kanigaran. Kepada anaknya, BH mengaku dikeroyok oleh keluarga Saihu. “Pengeroyokan itu tidak pernah terjadi,” kata Saihu.

Mendengar aduan sang ibu, AG pun naik pitam. AG kemudian terlihat mondar-mandir di rumah Saihu dengan tatapan penuh amarah.

Karena tak ingin ada perselisihan, Saihu pun menemui BH pada Senin (9/11), dan menanyakan alasan AG marah. Tapi, saat itu AG tidak ada di rumah karena sedang bekerja.

Nah, sepulang kerja, AG langsung balas mendatangi rumah Saihu. Tanpa pikir Panjang, AG langsung memukul Saihu. Bahkan, Putri yang hendak melerai juga terkena pukulan, hingga berdarah. Beruntung, warga sekitar melerai. “Sebab AG hendak mencari celurit," ujarnya.

Atas pukulan yang diterimanya, Saihu langsung melapor ke SPKT Polres Probolinggo Kota, yang kemudian dilakukan visum terhadap Saihu dan Putri.

Tadatodays.com sudah berusaha mendatangi rumah BH untuk mengonfirmasi peristiwa tersebut. Akan tetapi, BH dan AG sedang tidak berada di rumahnya.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota AKP Teddy Tridani, masih belum bisa dikonfirmasi terkait kasus tersebut. (ang/don)