Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-11 14:23:01

Bawang Merah di Karangpranti Dipanen Maling di Malam Takbir

LUDES: Ladang tanaman bawang merah milik Husen di Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo yang ludes dipanen maling.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Aksi pencurian di Probolinggo tidak cuma menyasar sepeda motor. Bawang merah yang masih tertanam di sawah pun bisa disikat habis oleh maling. Inilah yang menimpa Husen, petani bawang merah di Desa Karangpranti, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Tanaman bawang merahnya di tiga bidang, ludes dipanen maling, tepat di malam takbiran, Minggu (10/7/2022) dini hari.

Berdasar informasi yang dihimpun tadatodays.com, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Total ada tiga bidang tanaman bawang merah milik Husen yang ludes dipanen maling. 

Baca Juga : Mencuri Motor, Kabur dan Menabrak Gapura, Pemuda asal Mayangan Diamankan

Prasetyo, penjaga sawah milik Husen, saat ditemui pada Senin (11/7/2022) mengatakan, tanaman bawang itu sudah berusia 48 hari. Pada saat kejadian, tiga bidang sawah yang ditanami bawang merah itu sengaja tidak dijaga. Sebab menurutnya, semua sibuk dengan acara takbiran Idul Adha di desanya.

Baca Juga : Sopir Mencuri Uang Majikannya untuk Beli Motor dan Senapan Angin

Keesokan harinya, selesai salat Idul Adha, Prasetyo pergi ke sawah untuk melakukan perawatan dan memberikan obat penyubur tanaman. Tetapi ia sontak kaget melihat tanaman bawangnya sudah habis dipanen. "Luas tanah ini sekitar 400 meter persegi," terangnya.

Prasetyo langsung melaporkan hal itu kepada juragannya. Namun, Husen bukan melapor ke polisi, tetapi lebih memilih untuk mengikhlaskan saja. Sebab bagi Husen, yang dicuri lebih sedikit dibanding yang masih ada.

Ayon, seorang warga setempat, juga memiliki tanaman bawang di sawah yang tidak jauh dengan sawah milik Husen. Menurut Ayon, pencurian bawang itu terjadi seiring dengan mahalnya harga bawang saat ini. 

Ayon mengatakan, sekarang ini setiap satu ons bawang merah harganya di kisaran Rp 5 ribu, atau Rp 50 ribu per kilogram. Karena itu, dirinya bersama petani lainnya mengaku resah dengan adanya peristiwa tersebut. "Mana obat-obatan dan bibitnya mahal," keluh Ayon.

Menurut Ayon, pencurian bawang merah di sawah Desa Karangpranti baru kali ini terjadi. Tetapi kalau di Desa Karanggeger, pencurian serupa sudah berulang kali terjadi. "Ada yang dijemur juga diambil," akunya.

Sedangkan Kapolsek Pajarakan Iptu Eko Purwadi mengatakan, pihaknya tidak tahu peristiwa tersebut. Sebab, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan perihal kehilangan itu. "Tidak ada laporan mas," katanya saat dikonfirmasi melalui telepon. (zr/why)