Untung Apriliyanto


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-09 17:18:41

Bawaslu RI Pelototi Penerapan Protokol Kesehatan di Banyuwangi

DIRESMIKAN: Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar saat meresmikan Pojok Pengawasan dan PPID Bawaslu Banyuwangi.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM - Bawaslu RI melakukan supervisi ke 3 daerah di Jatim terkait kesiapan penyelanggara dalam Pemilihan Serentak Lanjutan 2020. Terutama terkait penerapan protokol kesehatan untuk pencegahan penyebaran Covid-19 saat pelaksanaan pemilihan.

Hal itu disampaikan Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat (Humas), Data dan Informasi (Datin) Bawaslu RI Fritz Edward Siregar saat berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi, Senin (9/11/2020).

Baca Juga : KPU Banyuwangi Libatkan 100 Orang dalam Proses Pelipatan Surat Suara

“Tentu berkaitan dengan pengawasan protokol kesehatan, tahapan rekrutmen calon dan pengawasan selama masa kampanye ini,” ungkap komisioner yang akrab disapa Fritz saat ditemui tadatodays.com di kantor Bawaslu Banyuwangi.

Baca Juga : KPU Anggarkan Rp 4 Miliar untuk Rapid Test 33 Ribu Anggota KPPS dan Linmas

Menurut Fritz, sejauh ini pelanggaran-pelanggaran yang ditemukan saat pelaksanaan pilkada, didominasi oleh pelanggaran terkait penerapan protokol kesehatan selama kampanye.

“Pertemuan tatap muka masih menjadi pilihan utama para paslon, meskipun saat ini dimungkinkan untuk kampanye daring. Mayoritas paslon lebih memilih tatap muka langsung karena dianggap lebih efektif,” terangnya.

Ketika memang terjadi pelanggaran, Fritz menginstruksikan Bawaslu di daerah segera melakukan tindakan. Ia menginstruksikan untuk memeriksa kelengkapan administrasi penyelenggara kampanye. Jika memang melanggar aturan, ia tegas meminta dibubarkan.

Dalam kesempatan itu, Fritz juga meresmikan Pojok Pengawasan dan Pojok Pejabat Pengelola Informasi & Dokumentasi (PPID) di kantor Bawaslu Banyuwangi. Ia mengatakan, fasilitas tersebut penting untuk menunjang kegiatan pengawasan dan edukasi publik.

“Masyarakat bisa langsung datang ke kantor Bawaslu, karena kami menyadari jika informasi dengan metode tatap muka tidak semua tersampaikan,” jelasnya. Selain di Banyuwangi, kunjungan Fritz juga dilakukan di Pasuruan dan Jember. (ua/sp)