Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-07 19:25:24

Bayi Berkelamin Perempuan Ditemukan Warga di Wonomerto Probolinggo

DIOBSERVASI: Bayi perempuan yang ditemukan Susiyati, 47 kini dirawat di Puskesmas Wonomerto.

Pagi itu Susiati, 47, melakukan rutinitas seperti biasa, mengasuh cucunya yang baru berusia 6 bulan. Dia pun mengajak cucunya pergi ke sawah. Melihat hijaunya tanaman. Tak disangka, jalan-jalannya kali ini membawanya bertemu dengan bayi yang dibuang.

HILALLAHAN AMRULLAH, Wartawan Tadatodays.com

Baca Juga : Hendak Cari Kayu, Pemuda Krucil Malah Temukan Bayi

PAGI sekitar pukul 06.00 Warga Dusun Beringin, RT 008/RW 002, Desa Pohsangit Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo geger. Rutinitas pagi yang dilakukan warga desa terganggu dengan ditemukannya sosok bayi berjenis kelamin perempuan oleh Susiyatj, 47.

Baca Juga : Terdengar Letusan, Pabrik Furnitur Terbakar Tewaskan Dua Karyawan

Ketika ditemukan, bayi malang itu sudah dikerumuni semut di wajahnya. Dia diletakkan begitu saja di sekitar sumur bor sawah desa setempat, Jum'at (7/8/2020) pukul 06.00.

Tak menunggu lama, oleh Napon, 23, anak Susiyati, bayi tersebut dibawa ke Puskesmas Wonomerto. Bidan Puskesmas Wonomerto, Rosidah Jamil, mengatakan bahwa plasenta atau tali pusat bayi tersebut belum terlepas. Bahkan pelasenta bayi sudah mengering. Sedangkan usia bayi diperkirakan tujuh hari dengan berat dua kilogram enam ons, dan panjang 46 sentimeter. Sedangkan bercak darah di pipi kiri bayi disebabkan gigitan semut. "Kayaknya baru dibuang tadi bayinya, kalau dibuang tujuh hari yang lalu tidak bisa bertahan," terang Bidan Puskesmas Wonomerto, Rosidah Jamil.

Selanjutnya bayi malang tersebut diobservasi di Puskesmas Wonomerto, hingga menunggu keputusan Dinas Sosial Kabupaten Probolinggo.

Sementara Napon, 23, mengaku bahwa bayi tersebut ditemukan Ibunya, di sawah sejauh 100 meter dari rumahnya. "Ibu lari, langsung saya lihat, sudah dikerubungi semut, kotor, dan banyak bekas darahnya," terang Napon.

Menurutnya di sekitar rumahnya tidak ada orang hamil. "Saya sanggup mengadopsi bayi ini, membiayai bayi ini saya sanggup. Meskipun nanti sampai menikah, saya sanggup. Ini sudah kesepakatan sekeluarga, kalau bisa bayi ini diberikan kepada saya," jelas pedagang burung merpati online ini.

Keinginannya mengadopsi bayi tersebut karena ingin keluarga besar. Sementara dirinya hanya anak tunggal.  Selain itu istrinya ingin punya bayi perempuan. Sedangkan anak kandungnya berjenis kelamin laki-laki. "Saya tidak punya saudara, saya sebenarnya ingin keluarga besar. Maka dari itu saya ingin mengadopsi. Kalau istri saya dua bersaudara, tapi istri saya ikut ke rumah saya," ceritanya.

Napon mengakui ibunya terkejut saat menemukan bayi karena sempat mengira bayi itu mati. "Langsung saya bawa ke bidan Desa Wonorejo, bayinya tidak nangis. Maka dari itu yang utama adalah keselamatan bayinya, karena ini masalah nyawa, lalu dibawa ke bidan. Kata bidan air ketubannya tertelan, akhirnya dimuntahkan. Baru kemudian bayi bisa menangis. lalu saya lapor ke kepala dusun," jelasnya.

Terpisah Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono membenarkan adanya penemua bayi di Desa Pohsangir Tengah, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. Dari lokasi kejadian pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa sebuah kerudung warna cokelat muda.

Menurutnya bayi tersebut ditemukan oleh saksi Susiati berada di atas anyaman bambu dengan kondisi terdapat bercak darah yang sudah kering. "Pada saat ditemukan kondisi bayi dikerumuni semut dan di sebelah bayi terdapat kerudung warna cokelat muda," terang Kapolsek Wonomerto Iptu Agus Wahyono.

Selanjutnya bayi perempuan tersebut ditolong dan diangkat oleh saksi Napon hingga dibawa ke Bidan Desa Desa Wonorejo, Nuraini, untuk mendapat pertolongan. (hla/hvn)