Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2021-02-13 14:25:39

Bebek Renang, Cara Warga Jrebeng Wetan Atasi Kejenuhan Anak Belajar Daring

ASYIK: Anak-anak di Kelurahan Jrebeng Wetan tetap punya kegiatan seru meski pandemi menghalangi mereka bersekolah. Yakni dengan ikut serta dalam program Bebek Berenang.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Pendidikan, tak hanya tersedia di ruang-ruang formal seperti sekolah. Bahkan, rumah-rumah warga pun bisa dimanfaatkan sebagai ruang untuk berbagi ilmu. Seperti yang ditunjukkan warga RT 3/RW 3, Kelurahan Jrebeng Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.

Warga setempat menginisiasi sebuah program untuk anak-anak di lingkungan mereka. Yakni dengan mengemas sebuah ruangan di salah seorang rumah warga menjadi perpustakaan.

Baca Juga : Rumah Sriati Akhirnya Teraliri Listrik, Biaya Ditanggung Kas RW

Ruangan berukuran 2,5x2,5 meter itulah, yang dimanfaatkan belasan anak di lingkungan tersebut untuk belajar dan bermain. Beragam fasilitas disediakan. Selain papan tulis, juga ada buku dan media pembelajaran lainnya.

Baca Juga : Nasib Sriati, Rumah Tak Teraliri Listrik, Rawat Bocah Berkebutuhan Khusus

Perpustakaan itu diberi nama Teras Baca Inspirasi. Fasilitas tersebut juga berfungsi untuk mendukung program kampung ramah anak. Tentu, karena berangkat dari inisiatif warga, maka pembiayaan dilakukan secara mandiri atau swadaya.

Tenaga pengajarnya pun juga dari warga setempat. Termasuk muda-mudi yang tercatat tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Tak hanya ilmu umum, anak-anak usia SD dan SMP yang belajar di tempat tersebut, juga dibekali pendidikan lingkungan.

Ketua RW 3 Saifudin Zuhri mengatakan, pendidikan luar sekolah tersebut, sangat terasa manfaatnya di saat pandemi covid-19. Di mana saat ini sekolah diliburkan. Tentu, selama pandemi aktivitas di perpustakaan tersebut dilakukan dengan protokol kesehatan.

“Program ini diinisiasi mulai 2018 lalu. Jadi terasa sekali manfaatnya saat anak-anak tidak lagi belajar tatap muka di sekolah. Tidak hanya pendidikan umum, tapi wawasan lingkungan juga. Apalagi di sini ada program Karangkitri juga,” jelasnya.

PEDULI: Sejumlah warga berinisiatif memberikan akses pendidikan ramah lingkungan pada anak-anak, agar mereka mencintai lingkungan sejak dini.

anak, agar mereka mencintai lingkungan sejak dini.

DISKUSI: Warga terus berembuk agar bisa kontinyu memberikan pendampingan dalam program

Program yang diberi nama “Bebek Renang” atau Belajar Bersama Kakak, Rileks dan Menyenangkan itu, menurut Zuhri -sapaan akrabnya- cukup efektif menjauhkan anak-anak dari ketergantungan pada gadget. Interaksi antaranak pun bisa tetap terjalin.

Tak hanya bermanfaat bagi anak-anak, para mahasiswa yang terlibat juga mendapat manfaat yang sama. Ketika perkuliahan harus dilakukan dengan daring, mereka punya kesempatan mengaplikasikan ilmu yang dimiliki.

Proses pembelajaran sendiri dimulai pukul 08.00-12.00 WIB. “Tapi dalam sepekan kami batasi 3 hari saja. Yakni, Senin, Rabu, dan Jumat. Karena adik-adik mahasiswa juga punya kegiatan di perkuliahannya,” jelasnya.

Sementara itu, Listijowati seorang guru TK mengatakan, proses belajar mengajar memang tidak harus di sekolah. Outing class atau pembelajaran luar sekolah juga penting. Bahkan jauh lebih menarik. (ang/sp)