Tadatodays


Wartawan Tadatodays.com | 2022-07-31 08:21:05

“Belah Jimat” di Tahun Baru 1444 H, Angkat Kembali Ikon Kelurahan Mangunharjo

JAMASAN: Salah satu agenda kegiatan Belah Jimat di Kelurahan Mangunharjo Kota Probolinggo, Sabtu (30/7/2022), yaitu jamasan Kentongan Lembu Suro sebagai ikon Kelurahan Mangunharjo.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Masyarakat Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo menggelar kegiatan apik bertepatan dengan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah, yaitu “Belah Jimat Mangunharjo” (Bersih Lahir Jiwa Masyarakat Mangunharjo). Agenda ini dimeriahkan dengan berbagai acara yang berusaha mengangkat kembali ikon Kelurahan Mangunharjo.

Agenda “Belah Jimat Mangunharjo” dilangsungkan Sabtu – Minggu (30-31/7/2022). Di hari pertama, Sabtu, terdapat tiga agenda, yaitu khotmil Quran, ziarah makam, dan istighotsah yang dilanjutkan dengan Jamasan Kentongan.

Baca Juga : Kembalinya Jamasan Kentongan Berusia 104 Tahun di Mangunharjo

Khotmil Quran dimulai pada pukul 15.00 di kantor Kelurahan Mangunharjo. Ziarah makam menjadi acara kedua. Adapun makam yang diziarahi ialah makam Bupati Probolinggo pertama dan kedua yang berlokasi di wilayah Kelurahan Mangunharjo, dilanjut ke makam Kepala Desa Mangunharjo pertama hingga kelima.

Kegiatan-kegiatan tersebut dihadiri oleh para ketua RT, RW, tokoh masyarakat, Karang Taruna, Dharma Wanita, kader PKK, dan masyarakat Kelurahan Mangunharjo. Bahkan masyarakat dari luar Mangunharjo juga terlihat ramai ikut menyaksikan.

Pada Sabtu malam, digelar acara istighotsah yang dilanjutkan dengan Jamasan Kentongan Lembu Suro sebagai ikon Kelurahan Mangunharjo. Terpantau banyak masyarakat yang antusias dalam memeriahkan agenda tersebut.

Istighotsah digelar pada pukul 19.58 di kantor kelurahan Mangunharjo. Berbagai macam persiapan dilakukan oleh panitia. Salah satunya ialah ada beberapa tumpeng yang sudah dipersiapkan. Pada pukul 20.28 Jamasan Kentongan dimulai.

Lurah Mangunharjo Hari Setiyoyani mengatakan, acara “Belah Jimat Mangunharjo” ini baru kali pertama dilaksanakan. “Ini baru pertama kali kita laksanakan, dan harapan kami, semua ini menjadi kegiatan tahunan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan ini mengusung tema “Dharma Titah Segara Bumi” sebagai ungkapan rasa syukur pada Allah SWT yang melimpahkan hasil bumi dan laut. “Agenda sekarang mengangkat tema Dharma Titah Segara Bumi, ungkapan rasa syukur ke pada Allah SWT, di mana hasil bumi dan laut itu melimpah untuk kecukupan masyarakat Mangunharjo,” ujarnya. 

Lurah Hari juga menjelaskan bahwa Kentongan Lembu Suro ialah ikon Kelurahan Mangunharjo yang merupakan peninggalan dari kepala desa kedua Mangunharjo pada tahun 1918. “Kentongan ini peninggalan dari kepala desa kedua Pak Misru Anto, atau disebut Lembu Suro, yang dibuat pada tahun 1918,” jelasnya.

Sedangkan acara Belah Jimat ini akan dilanjutkan pada hari kedua, Minggu,  dengan beberapa acara kesenian daerah oleh masyarakat kelurahan Mangunharjo sendiri sebagai pelakunya. “Alhamdulillah, kesenian yang tampil ini dari masyarakat Mangunharjo sendiri. Semuanya dari masyarakat Mangunharjo sendiri,” ungkapnya.

Tak cukup itu, akan ada juga bazar UMKM. Lurah Hari menjelaskan bahwa agenda semacam bazar dan beberapa penampilan kebudayaan dimaksudkan untuk membangun perekonomian juga memperkenalkan peninggalan leluhur pada masyarakat. “Selain mengenalkan sejarah dari leluhur kita di Mangunhajo, juga mengangkat perekonomian masyarakat yang sempat terpuruk (oleh pandemi, red),” katanya. (iaf/why)

Penulis: Iqbal al Fardi