Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-08-03 20:21:31

Belajar Dalam Jaringan, Siswa Numpang Wifi di Kantor Kecamatan Wonoasih

MENGUNGSI: Sejunlah siswa ini memilih mengungsi ke Kecamatan Wonoasih yang memiliki fasilitas jaringan internet gratis. Mereka datang agar lebih mudah mengakses sumber pembelajaran di internet.

Tak semua siswa bisa menikmati Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan nyaman. Ada saja siswa yang tak mampu membeli kuota internet untuk mengakses materi ajar maupun mengumpulkan tugas. Karena itu Camat Wonoasih mengizinkan jaringan WiFi di kantornya digunakan untuk PJJ.

Hilallahan Amrullah, Wartawan Tadatodays.com

SELAMA masa pandemi covid-19, sejumlah siswa didik dituntut untuk belajar dari rumah melalui sistem daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Namun, tak sedikit kendala yang dihadapi siswa dalam menjalani sistem belajar ini. Termasuk  di Kota Probolinggo. Menyadari hal tersebut, Kecamatan Wonoasih membuka diri bagi siswa yang membutuhkan jaringan internet gratis.

Salah satu yang menikmayi fasilitas internet gratis ini adalah Najma Saroyanaz Zahro, siswi kelas IX SMPN 8 Kota Probolinggo. Najma mengaku, belajar daring itu ada senang dan ada ruginya juga. Senang dikarenakan awalnya materi pelajarannya banyak bisa menjadi berkurang. “Biasanya pelajarannya sampai jam dua siang, ini (pelajaran) sampai jam sepuluh sudah selesai. Kalau ruginya saat pelajarannya sulit dimengerti, apalagi kalau tentang matematika sama IPA, terus tidak kumpul sama teman-teman juga,” terang Najma.

Warga Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, itu mengaku dengan adanya fasilitas wifi di kantor Kecamatan Wonoasih, membuat akses internet lebih mudah. Sehingga mereka tidak perlu membeli kuota internet lagi. “Karena tidak ada uang jajan. Tiap bulan saya juga dikasih kuota internet sebesar dua gigabite. Saat ini lebih menghemat kuota internet, soalnya pakai wifi,” jelasnya.

Adapun Camat Wonoasih, Deus Nawandi mengatakan bahwa di wilayah selatan Kota Probolinggo, ini sangat banyak siswa yang tidak mampu secara ekonomi. Termasuk masalah gadget dan kebutuhan koneksi data. “Jadi kita tangkap, kita fasilitasi, monggo, karena di kecamatan sudah ada koneksi internet. Selain untuk kerja, juga ketika pulsa berlebih, monggo dimanfaatkan oleh masyarakat,” terang Camat Wonoasih, Deus Nawandi.

Menurutnya kendala siswa-siswa tersebut mayoritas kesulitan tidak dapat menggunakan ponsel pintarnya mengikuti daring di TVRI maupun di saluran-saluran lain. Maka dari itu, fasilitas wifi dan laptop yang ada di kantor, ini dapat mempermudah mereka mengikutinya. “Sementara yang ikut ada sekitar 20 siswa dari SD dan SMP. Kami sudah koordinasi dengan pengawas SD dan beberapa SD sekitar kecamatan sini (Wonoasih). Monggo, kami open dan terbuka, manakala mereka butuh. Silahkan bawa anak-anak ke sini, sebenarnya ini kan fasilitas publik untuk kantor, monggo selama dipakai untuk positif,” ungkapnya.

Menurutnya para siswa tersebut saat ini masih mandiri tanpa ada yang mendampingi. Mereka hanya didampingi sejumlah staf kecamatan setempat. “Siapa tahu minggu depan ada guru yang mendampingi. Intinya saya berharap pandemi berakhir, biar anak-anak bisa masuk sekolah lagi,” jelasnya. (hla/hvn)