Hilal Lahan Amrullah


Wartawan Tadatodays.com | 2020-12-01 20:14:13

Belasan Karyawan Positif Covid-19, Toko Emas di Probolinggo Tutup Tiga Pekan

LOCKDOWN: Kondisi salah satu toko emas di Kota Probolinggo yang terpaksa ditutup setelah belasan karyawannya dinyatakan positif covid-19.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Kabar mengejutkan datang dari salah satu toko emas populer di Kota Probolinggo. Pemilik terpaksa menutup toko emas tersebut karena 13 karyawannya positif Covid-19.

Penutupan toko emas itu dilakukan hingga 3 pekan ke depan. Dalam pantauan tadatodays.com, toko yang terletak di Jl. PB. Soedirman itu tampak tutup. Meski begitu, ada sejumlah petugas yang melakukan penyemprotan disinfektan, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga : Tidak Semua Nakes Disuntik Vaksin Tahap Pertama

Tak hanya itu, informasi yang dihimpun tadatodays.com, sekitar 17 pegawain lainnya juga menjlanai swab test. Hal itu sebagai bentuk antisipasi penularan virus yang ada di toko tersebut.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Pajarakan, Gending, Dringu Gencar Melakukan Tes Masal Antigen

Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo Eko Suwiharti mengatakan, semua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 masuk data old record.

"Otomatis kita melakukan tracing. Kalau sudah kita tahu positif, kita lokalisir, selanjutnya kita isolasi. Kalau tidak bergejala, sudah disediakan rusunawa," terangnya. Meski begitu, ia tidak menampik jika pasien ingin isolasi mandiri di rumah.

Hal itu menurut Eko harus didukung sejumlah prasyarat. Pasien wajib patuh pada protokol kesehatan dan lingkungan rumahnya memenuhi syarat. "Kalau tidak memenuhi syarat, daripada ambyar, ya kita isolasi di rusunawa," tegasnya.

Sedikitnya, 13 karyawan tersebut sudah masuk ke ruang karantina Rusunawa Mayangan, Kota Probolinggo. Sedangkan pemilik toko apakah terkonfirmasi atau tidak, pihaknya tidak mengetahuinya.

"Kita lihat kalau dari provinsi ada laporan, ya langsung kita tracing. Awal penularan mereka masih kita cari satu persatu. Semuanya tidak bergejala, semua kita karantina di rusunawa sejak Jumat (28/11/2020)," jelasnya.

Ditutupnya toko emas tersebut membuat salah satu konsumen asal Dringu, Kabupaten Probolinggo kecele bernama Iwan. "Saya tidak tahu kalau tutup. Saya tunda jualnya, kalau dijual di toko lain nanti anjlok harganya," katanya. (hla/sp)