Belum Ditemukan, Pencarian Nelayan Pasuruan Diperluas hingga Perairan Lekok

Amal Taufik
Tuesday, 10 Feb 2026 13:14 WIB

PENCARIAN: Tim SAR menyisir perairan Pasuruan mencari nelayan yang hilang.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Upaya pencarian terhadap Suparto (51), nelayan asal Dusun Kedondong, Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, memasuki hari kedua, Selasa (10/2/2026). Tim SAR gabungan memperluas jangkauan pencarian, menyusul belum ditemukannya korban sejak dilaporkan hilang saat melaut seorang diri.
Sejak Selasa pagi, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, satpolair, dan relawan nelayan lokal bergerak menyisir perairan dengan fokus utama ke arah timur dari lokasi kejadian kecelakaan (LKK). Arah tersebut dipilih berdasarkan hasil pemantauan kondisi cuaca, arah angin, serta pergerakan arus laut di kawasan perairan utara Pasuruan.
Koordinator Basarnas Jawa Timur, Gani Wiratama, mengatakan bahwa pola pencarian hari kedua berbeda dengan hari pertama. Tim tidak hanya memperpanjang jarak susur, tetapi juga memperlebar area pencarian secara signifikan. “Analisis cuaca dan arus menunjukkan potensi pergeseran ke arah timur, sehingga hari ini pencarian kami geser ke sektor tersebut,” ujarnya.
Total area pencarian yang disisir mencapai sekitar 26 kilometer persegi. Batas barat pencarian dimulai dari pesisir Desa Semare, sementara batas timur diperluas hingga perairan sekitar PLTG Lekok. Untuk arah laut lepas, tim menjangkau radius lebih dari lima kilometer dari garis pantai.

Agar pencarian lebih efektif, tim SAR membagi personel ke dalam tiga sektor. Di sektor pertama, penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet milik BPBD Kabupaten Pasuruan dan speed boat Satpolair Polres Pasuruan Kota. Sektor kedua ditempati oleh perahu karet BPBD Kota Pasuruan, sedangkan sektor ketiga diisi langsung oleh armada Basarnas.
Gani menambahkan, pembagian sektor dilakukan untuk memaksimalkan visibilitas dan mempercepat respons apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. “Setiap sektor memiliki pola sisir sendiri dan terus berkoordinasi melalui radio komunikasi,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Suparto dilaporkan hilang saat mencari rajungan di perairan Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Senin (09/02/2026) dini hari. Ia diketahui berangkat melaut sendirian. Perahunya kemudian ditemukan dalam kondisi mesin menyala, namun tanpa awak.
Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota Aipda Junaedi menjelaskan bahwa dua nelayan sempat melihat korban berada di laut dan meminta pertolongan. Upaya penyelamatan telah dilakukan dengan melemparkan pelampung tradisional, namun kondisi gelombang tinggi dan jarak yang tidak terjangkau membuat korban akhirnya menghilang dari pandangan. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)