Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2022-04-14 17:21:09

BEM Probolinggo Raya Demo Kantor Bupati, Blokade Jalur Pantura

MAHASISWA: Ban bekas yang dibakar oleh mahasiswa Probolinggo menimbulkan kepulan asap hitam di Jalur Pantura depan kantor Bupati Probolinggo, Kamis (14/4/2022). Mahasiswa membubarkan diri setelah ditemui langsung oleh Plt Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM )Se-Kabupaten Probolinggo menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (14/4/2022), sekira pukul 14.00 WIB. dalam demonstrasi itu, ketegangan sempat terjadi antara mahasiswa dengan kepolisian yang menjaga aksi tersebut.

Dari pantauan tadatodays.com, ketegangan itu terjadi karena mahasiswa memblokade jalan raya di depan kantor bupati. Bahkan, mahasiswa membakar ban bekas. Lalu, ban bekas yang dibakar oleh mahasiswa itu kemudian disemprot dengan menggunakan alat pemadam kebakaran oleh kepolisian.

Baca Juga : Terjebak Macet Panjang, Sopir Mengeluh

Karenanya, mahasiswa terprovokasi dan terjadi ketegangan. Beruntung hal itu masih bisa dikendalikan setelah Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi menemui mahasiswa.

Baca Juga : Jalan Gending Banjir, Banyak Motor Mogok, Macet Panjang Pula

Koordinator aksi, Fathur Rahman mengatakan total ada 300 mahasiswa yang mengikuti aksi. Dalam aksinya, kata Fathur, ada 4 tuntutan yang disuarakan dalam aksinya itu.

Pertama, terkait ekologis yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kedua, terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Ketiga, soal kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan terakhir kenaikan harga pokok yang dirasakan oleh masyarakat saat ini. "Kami juga ingin menyadarkan masyarakat bahwa demokrasi itu ada," terangnya.

Fathur menjelaskan, pihaknya juga menemukan adanya kerusakan lingkungan yang terjadi di Kabupaten Probolinggo. Bahkan, pihaknya menemukan adanya aset tanah milik pemerintah yang dialih fungsi untuk kepentingan pribadi. "Kami sudah ada temuannya," ucapnya.

Setelah beraksi di depan kantor bupati, perwakilan mahasiswa kemudian diperbolehkan masuk ke Kantor Bupati untuk menemui Plt. Bupati Probolinggo Timbul Prihanjoko.

Usai bertemu Timbul Prihanjoko, Fathur mengatakan bahwa Pemkab Probolinggo sudah menyepakati apa yang menjadi tuntutan mahasiswa untuk diteruskan ke pemerintah pusat. Termasuk penolakan kenaikan harga BBM.

Usai melakukan audiensi, Timbul Prihanjoko kemudian keluar menemui mahasiswa yang masih bertahan di depan kantor bupati. Setelah mendengar langsung penjelasan Plt Bupati, mahasiswa kemudian membubarkan diri. (zr/don)