Zainul Rifan


Wartawan Tadatodays.com | 2021-12-03 23:04:56

Berada di Wilayah Pegunungan, Capaian Vaksinasi Covid-19 Puskesmas Tiris Tinggi

SEMANGAT: Berada di wilayah pegunungan tak membuat para tenaga kesehatan Puskesmas Tiris lelah mewujudkan kesehatan masyarakat setempat. Termasuk tetap gencar memenuhi target vaksinasi covid-19. Hingga awal Desember 2021, capaian vaksinasi Puskesmas Tiris sekitar 64 persen.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Memiliki wilayah pegunungan tak membut Puskesmas Tiris, Kabupaten Probolinggo, patah semangat dalam melakukan vaksinasi covid-19. Hingga awal Desember 2021, capaian vaksinasi Puskesmas Tiris cukup tinggi yakni 64 persen.

Vaksinasi 64 persen itu dari sasaran sebanyak 28.017 orang. Sedangkan untuk lansia mencapai 32 persen, dari sasaran sebanyak 3.500 orang.

Baca Juga : Antisipasi Penyebaran Omicron, Forkopimda Probolinggo Bentuk Pasukan Pamor Keris

Kepala Puskesmas Tiris, Agus Nurawan menyampaikan untuk mencapai angka persentase tersebut pihaknya sudah melakukan berbagai cara. Termasuk menggandeng para bakal calon kepala desa (bacakades) untuk turut menyampaikan kepada pendukungnya agar melakukan vaksinasi.

Baca Juga : Jika Terjangkit Omicron, Anak Bisa Terkena Diabetes

Selain itu, Puskesmas Tiris juga melibatkan muspika, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pesantren yang ada di wilayah Kecamatan Tiris. "Termasuk door to door," katanya, Jumat (3/12/2021).

Akan tetapi, Puskesmas Tiris juga mengalami kendala seperti yang dialami tenaga kesehatan puskesmas lainnya. Yakni masih ada masyarakat yang masih percaya bahwa vaksinasi covid-19 bisa mengakibatkan sakit, bahkan kematian.

LAYANAN: Untuk mencapai target vaksinasi covid-19 sebesar 80 persen, Puskesmas Tiris tidak hanya memvaksin warga setempat di kantor puskesmas setempat. Para nakes juga melayani vaksinasi secara door to door.

Ada pula yang memang enggan untuk divaksin tanpa memberikan alasan. Dengan begitu, ketika petugas turun langsung untuk melakukan vaksinasi dengan datang langsung ke rumah warga, tak sedikit yang bersembunyi. “Bahkan menutup pintu rapat-rapat untuk menghindari petugas,” ujarnya.

Ada pula masyarakat yang hanya mau divaksin dengan jenis vaksin Sinovac. Mereka beralasan, kalau vaksin Sinovac lebih aman dibanding vaksin Astrazeneca.

Kendala lainnya, yakni tingginya curah hujan di wilayah Tiris yang merupakan wilayah pegunungan. Ada pula masyarakat yang meminta untuk divaksin pada malam hari, dengan alasan siangnya bekerja. Namun karena ingin melayani masyarakat, Puskesmas Tiris pun tetap memberikan vaksinasi pada malam hari.

Dengan upaya itu, petugas vaksinator yang berjumlah 20 orang mampu menyuntikan vaksin sebanyak 150-300 orang setiap harinya. "Ada 5 desa yang sudah tembus 70 persen," ucapnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia berharap kepada masyarakat Kecamatan Tiris untuk sadar dan mau divaksin, karena pada dasarnya vaksin ini untuk kesehatan diri sendiri. Agus menargetkan, sebelum Desember berakhir vaksinasi covid-19 di Puskesmas Tiris mencapai 80 persen. (zr/don)