Tri Amelia Agustin Subandi


Wartawan Tadatodays.com | 2020-11-19 20:49:51

Berdayakan Perempuan, Bekali Ilmu Cara Merajut dan Makeup Artist

PELATIHAN: Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Probolinggo, dr Anang Budi Yoelijanto membuka pelatihan rajut di Desa Rambaan, Kecamatan Sumber, kabupaten setempat.

PROBOLINGGO, TADATODAYS.COM - Tantangan dalam upaya mempercepat kemajuan menuju SDGs (Sustainable Development Goals) di Kabupaten Probolinggo semakin bertambah sejak adanya pandemi Covid-19. Salah satu tantangan yaitu adanya refocussing anggaran untuk percepatan penanggulangan covid-19. Dampaknya banyak kegiatan pemerintah yang harus diatur ulang.

Seperti pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Probolinggo yang tahun ini hanya memberi pelatihan pembuatan benda rajut dan keterampilan makeup artist. Dua pelatihan ini diselenggarakan dalam usaha penyetaraan gender yang sudah menjadi bagian integral dari agenda pembangunan berkelanjutan atau SDGs.

Baca Juga : Peringati Hari Disabilitas, Puluhan Difabel di Jember Dilatih Safety Riding

Baca Juga : Berdayakan Perempuan, Bekali Ilmu Bagaimana Cara Merajut dan Makeup Artist

MUA: Selain memberikan pelatihan rajut, DP2KB juga mengajak perempuan di Desa Sumberkare, Kecamatan Wobomerto menambah keterampilan makeup artist.

Ditemui pada Kamis 19 November 2020 Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Umi Setyowati menyampaikan lembaganya juga melakukan refocusing anggaran. "Ini merupakan program rutin kami, namun karena terkena refocusing anggaran, pelatihan hanya bisa digelar 2 kali di 2 tempat berbeda. Masing - masing pelatihan dilaksanakan selama 5 hari," kata Umi Setyowati.

Pertama yaitu pelatihan rajut di Desa Rambaan, Kecamatan Sumber dan makeup artis di Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto.

Meskipun pelatihan digelar secara langsung, namun karena pandemi jumlah pesertanya pun dibatasi. Maksimal dalam 1 kegiatan hanya bolrh menghadirkan 10 peserta pelatihan. Mereka yang ikut pelatihan maupun narasumber tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti halnya memakai masker atau face shield dan menjaga jarak.

TERBATAS: Penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan dalam memberi pelatihan dengan jumlah peserta yang tidak banyak dan dalam keadaan sehat.

"Kami pilih pelatihan rajut karena pembuatannya tidak menyita waktu dan dapat dikerjakan dikala senggang. Ketika sudah jadi, nilai jual produknya pun lumayan tinggi. Mereka antusias ketika diberikan pelatihan. Karena hasil produknya pun ketika dijual harganya dua kali lipat dari modal yang dikeluarkan untuk membeli bahannya. Simpel saja sebenarnya untuk rajut ini. Bisa membuat konektor masker yang saat ini banyak dicari," ungkap Umi.

Umi menyebut, fokus peserta pelatihan adalah perempuan yang berusia produktif. Harapannya mereka konsisten untuk melanjutkan apa yang sudah diperoleh melalui pelatihan. Jadi tidak mandek hanya pada saat pelatihan saja

Perempuan berkacamata ini juga berharap agar program pelatihan yang diberikan oleh DP2KB Kabupaten Probolinggo dapat membuat para perempuan bertahan di rengah pandemi sekaligus menghidupi keluarga dan anak. "Yang terpenting adalah mereka para perempuan bisa mengambil peluang," tutup Umi. (mel/hvn)