Mochammad Angga


Wartawan Tadatodays.com | 2020-09-18 12:56:32

Bincang dengan Adi Wibowo, Bakal Calon Wakil Wali Kota Pasuruan, Target Jadikan Kota Santri Maju Secara Ekonomi

OPTIMISTIS: Adi Wibowo mantap maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Gus Ipul, karena yakin mampu memajukan dan menyejahterakan masyarakat Kota Pasuruan.

Adi Wibowo bukanlah orang baru di Kota Pasuruan. Pria kelahiran Temanggung, Jawa Tengah, ini sejak satu dekade terakhir sudah mengenal daerah yang dijuluki sebagai Kota Santri. Karena itulah, Mas Adi – begitu ia disapa – mantap dan optimistis maju sebagai Wakil Wali Kota Pasuruan periode 2020-2025.

MOCHAMMAD ANGGA, Wartawan tadatodys.com

Baca Juga : KPU Jember Tetapkan DPT Pilkada 2020, Turun 67.049 dari Pilkada 2015

TIDAK susah bertemu pria yang tinggal di Perum Bugul Permai, Bugullkidul, Kota Pasuruan ini. Meski disibukkan dengan aktivitasnya bertemu masyarakat, Adi Wibowo bisa meluangkan waktu untuk berbincang dengan tadatodays.com.

Baca Juga : KPU Banyuwangi Tetapkan DPT, Berkurang 4.930 Pemilih dari DPSHP

Sosoknya yang ramah, membuatnya tak sulit untuk dekat dengan semua kalangan. Pengalamannya sebagai aktivis mahasiswa, dan juga bergelut dengan seabrek kegiatan sebagai tenaga ahli di DPR RI selama ini, membuatnya sangat lekat dengan masyarakat.

Usianya yang masih relatif muda, membuat pria kelahiran 26 Mei 1980 ini selalu tampil enerjik. Karena itu, kolaborasinya dengan Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul dalam pencalonannya di Pilkada Kota Pasuruan, menurutnya menjadi jaminan komplet.

Gus Ipul dengan kematangannya di birokrasi sebagai menteri dan wakil gubernur, menemukan kompatriot yang pas dengan dirinya yang juga punya pengalaman dalam merumuskan program pembangunan Kota Pasuruan.

Maklum, sebagai tenaga ahli anggota DPR RI Mukhammad Misbakhun, Adi sering turun ke masyarakat Kota Pasuruan. Termasuk terlibat dalam merumuskan program dan kebijakan. Bahkan, ia juga pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Karena itulah, ketika mendapat amanah untuk maju dalam kontestasi merebut hati rakyat Kota Pasuruan bersama Gus Ipul, Adi menegaskan tak akan menyia-nyiakannya. Modal sosial kedekatannya dengan masyarakat Kota Pasuruan selama ini, ditopang dengan modal politik yang dibangunnya bersama Partai Golkar.

KALANGAN PEREMPUAN: Adi Wibowo bersama ibu-ibu PKK di Rumah Makan Kebon Pring, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan.

Terhitung, ia dan Gus Ipul berhasil mengumpulkan rekomendasi dari pemilik total 21 kursi DPRD. Selain Partai Golkar (7 kursi), ada PKB (8 kursi), PKS (3 kursi), PAN (2 kursi), dan PPP (kursi). Ia berharap, dukungan parpol yang sedemikian kuatnya itu, linear dengan basis dukungan rakyat.

Dengan bekal modal sosial politik itulah, keyakinan Adi. “Tujuannya tentu bukan ambisi pribadi. Bukan pula semata kepentingan memenangkan kontestasi. Tapi, kami bersama partai koalisi punya visi dan misi yang sama untuk memajukan Kota Pasuruan dan menyejahterakan masyarakatnya,” terangnya, Rabu (16/9/2020).

Adi mengatakan, Kota Pasuruan memiliki potensi besar untuk berkembang lebih baik. Terutama di bidang ekonomi yang menjadi urat nadi pembangunan kota. Selain memberikan dampak positif bagi pembangunan, kemajuan di sektor ekonomi menjadi jaminan kesejahteraan bagi masyarakat.

“Kemajuan di bidang ekonomi saya yakin tetap selaras dengan akar Kota Pasuruan sebagai Kota Santri. Bagi kami, potensi-potensi semacam ini sudah seharusnya dimaksimalkan,” katanya. Karena ia menilai, potensi-potensi tersebut selama ini masih belum dioptimalkan.

Konsep pembangunan kota dalam visi “Madinah Van Java” yang akan jadi formula penting baginya bersama Gus Ipul, diyakini bisa mengoptimalkan potensi-potensi tersebut. “Karakter relijius masyarakat, ditopang dengan pembangunan ekonomi yang kuat, akan menjadi keunggulan bagi kota ini,” ujar alumni magister Sosial Politik Universitas Indonesia tersebut.

KADER OTENTIK: Adi Wibowo mengikuti kegiatan yang digelar Partai Golkar. Adi sudah aktif di Golkar sejak 2009 dan juga aktif di organisasi sayap AMPG. Termasuk saat memberikan paparan pada kader-kader Golkar Kota Pasuruan.

Politik Manifestasi Nyata Pengabdian Masyarakat

SEBAGAI aktivias mahasiswa, Adi Wibowo tahu betul bahwa tidak ada persoalan bangsa ini yang tidak dipengaruhi kepentingan politik. Karena itu, setelah melakukan perenungan panjang, sembari mempertimbangkan saran sejumlah pihak, ia memutuskan untuk mengabdi di jalur politik.

Politik menurut Adi, tak bisa lepas dari keberadaan partai politik. Partai Golkar kemudian ia ipilih sebagai rumah aspirasinya di jalur politik. Terlebih, sejumlah seniornya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), juga banyak yang bergabung di partai beringin. Terhitung, sejak 2009 ia mulai aktif di partai tersebut.

“Saya pernah aktif di organisasi mahasiswa yakni HMI. Termasuk KNPI di tahun 2009-2011, dan AMPG di tahun 2018-2020,” kata suami Suryani Firdaus tersebut. Menurutnya, jalur politik merupakan manifestasi nyata dalam pengabdiannya di masyarakat.

Tak lepas, dukungan partai dan mentor menjadi salah satu kekuatan moril yang dimiliki Adi Wibowo. “Mentor secara langsung tidak ada. Tapi saya banyak belajar di senior-senior pada saat aktivis mahasiswa, dan kebetulan senior di partai politik. Ada Muhammad Sarmuji dan Akbar Tanjung. Mereka mentor politik yang komitmen terhadap anak muda dan kaderisasi,” jelasnya.

Alumnus Universitas Jember itu juga mengingat pesan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, anak muda penting diberi peran untuk menjadi pemimpin. Karena anak-anak muda ini mampu menjawab tantangan zaman.

“Dan itu diwujudkan oleh Partai Golkar. Sebagai partai terbuka, Golkar memberikan ruang kepada siapapun untuk bersaing,” katanya. Itu sebabnya, Adi mengaku nyaman berada di parta beringin. Terhitung 11 tahun pengabdiannya di Partai Golkar. Termasuk aktif di organisasi sayap Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG).

“Selama ini saya cukup aktif di AMPG. Bahkan dipercaya menjadi pengurus pemenangan Jawa Timur," tuturnya. Sederet aktivitasnya di Golkar itulah, yang membuat Adi mendapatkan kepercayaan maju dalam Pilkada Kota Pasuruan.

HARMONIS: Adi Wibowo foto bersama istri dan 3 anaknya di sela kesibukannya menjalani aktivitas rutin.

Dapat Dukungan Penuh Keluarga

PERAN keluarga tak bisa dilepaskan dalam jejak hidup tokoh publik. Pun demikian dengan Adi Wibowo. Bapak 3 anak ini tahu betul bahwa keluarga adalah penopang utama dalam mencapai kesuksesan. Karena itu, sebelum memutuskan untuk maju dalam Pilkada Kota Pasuruan, restu keluargalah yang ia rebut terlebih dahulu.

Adi Wibowo menilai, jika nanti terpilih sebagai Wakil Wali Kota, tentu ia menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan lain. Termasuk keluarga. Waktu bersama anak dan istri akan jauh berkurang. Itu sebabnya, dukungan keluarga penting ia dapatkan.

Ayah Adian Ibrahim Mahiswara, Jibril Athara Rajendra, dan Alkadiani Sabrin Zizahana ini mengaku beruntung memiliki keluarga yang mendukung penuh pengabdiannya. Apalagi sang istri, Suryani Firdaus, yang memang sama-sama aktivis HMI sebagai pengurus Kohati cabang Ciputat.

Tentu, sang istri sudah paham aktivitas sang suami sejak di mahasiswa dulu. “Saya dan istri sama-sama aktivis HMI. Bertemu karena kesamaan cara pandang dan latar belakang,” katanya. Adi Wibowo menikahi istrinya setelah menyelesaikan tugas sebagai pengurus HMI dan bekerja di Bappenas. Tepatnya pada 2009.

Dalam beberapa bulan terakhir, Adi Wibowo mengaku kesibukannya luar biasa. Maklum, ia harus bertemu dengan sejumlah elemen masyarakat untuk menyerap aspirasi mereka. Termasuk berkonsolidasi dengan parpol koalisi dan sejumlah relawan. Karena itu, waktu bersama keluarga pun menjadi sangat jarang.

“Memang konsekuensinya ketika banyak aktivitas di lapangan, waktu dengan keluarga sangat terbatas. Tapi sekarang kita dibantu teknologi. Meskipun tidak tatap muka secara langsung, masih bisa video call,” jelasnya. Bahkan, sehari ia bisa berkomunikasi dengan keluarga 4-5 kali.

Terjun ke politik, Adi selalu menginbat pesan dari sang istri. “Pesan khusus yang selalu diingatkan istri adalah luruskan niat dan niatkan lurus. Hal itu  adalah pondasi yang dapat menjaga kita saat kita menjadi apapun," ujar putra pasangan Warno dan Halimah tersebut.

Tentu, aktivitasnya yang seabrek, terutama dalam tahapan Pilkada, membuat pikirannya banyak tercurah. Apakah pernah merasa setres? Adi menggeleng. Menurutnya, seorang tokoh publik wajib menjaga ritme dan emosi. Salah satu hal yang membuatnya relaks adalah berkumpul dengan teman. Selain bercengkerama dengan keluarga.

“Mudah sebenarnya. Kalau menghilangkan penat, tinggal kumpul bersama keluarga atau teman. Karena aktivis itu kalau sudah berkumpul dengan orang banyak, pasti pikiran menjadi tenang,” katanya sembari tersenyum. (ang/sp)