Febri Wiantono


Wartawan Tadatodays.com | 2021-01-19 12:35:08

BMKG Banyuwangi Waspadai Awan Cumulonimbus

CUACA: BMKG Banyuwangi meminta warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem hingga Februari 2021.

BANYUWANGI, TADATODAYS.COM -  Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, mewaspadai puncak musim hujan yang terjadi di bulan Januari - Februari 2021. Mulai hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi.

Ibnu Haryo, Prakirawan BMKG Banyuwangi mengatakan, yang harus diwaspadai yaitu adanya awan Cumulonimbus yang berpotensi adanya angin kencang, dan petir. "Juga intensitas hujan sedang sampai lebat," kata Ibnu haryo, Senin (18/1/2021) kemarin.

Baca Juga : Tekan Kerugian Akibat Hujan, Tanaman Cabai Panen Lebih Awal

Perihal potensi badai La Nina, Ibnu mengatakan untuk saat ini dampak fenomena itu masih terbilang lemah. Meski begitu, hal itu juga menjadi faktor terjadinya hujan saat ini.

Baca Juga : Banjir Melanda, Warga Probolinggo Terjebak

Ibnu menjelaskan, fenomena La Nina juga sangat berpotensi untuk meningkatkan penguapan dan pertumbuhan awan hujan. "Terlebih saat ini juga terjadi siklus MJO yang berpengaruh pada cuaca hingga 3 hari kedepan," ujarnya.

Karena itu, dalam 3 hari kedepan ia menginformasikan bahwa cuaca di Banyuwangi masih terbilang stabil dan tidak sampai mengalami ekstrem. "Sedangkan tinggi gelombang di Selat Bali masih dikategorikan rendah 0,3 - 1,3 meter, di perairan laut selatan Banyuwangi itu 1,5 - 2 meter," katanya.

Melihat hal itu, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai potensi dan dampak buruk cuaca saat ini. Seperti masyarakat di dataran tinggi dan di kawasan lereng curam, diharapkan mewaspadai adanya longsor. "Masyarakat yang berada di dataran rendah selalu waspada risiko banjir, dan terkahir untuk masyarakat yang berada di perairan waspadai naiknya gelombang," pungkasnya. (peb/don)