BNN Temukan 35 Pelajar SMK di Kabupaten Pasuruan Positif Narkoba

Amal Taufik
Friday, 06 Mar 2026 14:48 WIB

TES: Petugas BNN Kabupaten Pasuruan saat melakukan screening di salah satu SMK di Kabupaten Pasuruan.
PASURUAN, TADATODAYS.COM - Peredaran narkoba di Kabupaten Pasuruan mengkhawatirkan. Pengaruh narkoba tidak hanya menyasar orang dewasa. Terbaru, puluhan pelajar di Pasuruan ditemukan positif narkoba.
Kepala BNN Kabupaten Pasuruan, Masduki, hal tersebut diketahui dari hasil screening yang dilakukan BNN beberapa waktu lalu. Screening dilakukan melalui pengambilan sampel siswa secara acak di seluruh SMK se-Kabupaten Pasuruan.
Setiap sekolah diminta menyiapkan puluhan siswa untuk mengikuti screening. “Dalam satu sekolah rata-rata kami ambil sekitar 60 siswa untuk diperiksa. Dari kegiatan itu, total ada 35 pelajar yang hasilnya positif narkoba,” kata Masduki, Jumat (6/3/2026).
Ia mengungkapkan, sabu menjadi jenis narkotika yang paling banyak terdeteksi dalam pemeriksaan tersebut. Para pelajar yang terlibat terdiri dari siswa laki-laki maupun perempuan, meski jumlah laki-laki lebih dominan.
Menurut Masduki, angka tersebut cukup memprihatinkan karena pemeriksaan baru dilakukan di tingkat SMK. Artinya, potensi penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar masih perlu diwaspadai. “Ini baru dari SMK. Belum menyasar siswa SMP maupun SMA,” ujarnya.

Meski terbukti menggunakan narkotika, para pelajar tersebut tidak diproses hukum. BNNK Pasuruan memilih pendekatan rehabilitasi dan pembinaan. “Penanganannya melalui perawatan dan pembinaan. Ada yang menjalani rawat jalan, ada juga yang kami dampingi langsung,” imbuh Masduki.
Dari pengakuan para pelajar, sebagian besar mencoba narkotika karena pengaruh pergaulan dan rasa ingin tahu. Faktor lingkungan pertemanan menjadi pemicu utama mereka mengenal barang terlarang tersebut.
Masduki menilai kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, terutama bagi sekolah dan orang tua. Ia menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan mengenai bahaya narkotika di lingkungan pendidikan.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan BNNK sendiri. Sekolah, pemerintah daerah, dan masyarakat harus bersama-sama memperkuat pengawasan serta edukasi kepada pelajar,” kata Masduki. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)