Bocah di Kota Pasuruan Kemaluannya Terjepit Resleting Celana, Ditangani Damkar

Amal Taufik
Sabtu, 14 Feb 2026 09:46 WIB

TERJEPIT: Tim damkar saat proses menangani kemaluan bocah yang terjepit resleting.
PASURUAN, TADATODAYS.COM – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Pasuruan kembali menangani urusan non kebakaran. Jumat (13/2/2026) tengah malam, tim Damkar Kota Pasuruan menangani seorang bocah berusia enam tahun yang mengalami insiden sensitif: alat kelaminnya terjepit resleting celana.
Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Sukun, Kelurahan Purutrejo. Sekitar pukul 23.00 WIB seorang bocah berinisial MRR (6) mengalami kejadian tak terbayangkan usai buang air kecil. Saat hendak menaikkan resleting, tarikan yang terlalu cepat membuat kulit kemaluannya terjepit dan tak bisa dilepaskan.
Ayah MRR, Muhammad Munir, menceritakan kondisi anaknya yang langsung panik dan menangis hebat. Upaya keluarga untuk melepaskan resleting justru membuat bocah tersebut semakin kesakitan. “Anak saya tidak bisa bergerak sama sekali. Sedikit saja bergeser, langsung menjerit,” ujarnya.
Dalam kondisi larut malam dan keterbatasan akses layanan medis, keluarga akhirnya teringat peran pemadam kebakaran yang juga cekatan dalam urusan-urusan non kebakaran. Tanpa menunggu lama, laporan darurat disampaikan ke BPBD Kota Pasuruan.

Respons cepat ditunjukkan petugas. Tak lebih dari 10 menit setelah laporan masuk, tim damkar tiba di lokasi. Situasi yang dihadapi kali ini jauh berbeda dari kebakaran, menuntut ketelitian, kesabaran, dan pendekatan psikologis terhadap anak.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dengan ekstra hati-hati agar tidak menimbulkan luka tambahan. “Ini kasus sensitif. Fokus kami bukan kecepatan, tapi keselamatan anak. Semua harus dilakukan pelan dan terkontrol,” ujarnya.
Petugas menggunakan alat sederhana serta minyak pelumas untuk mengurangi gesekan. Sambil terus menenangkan korban, resleting perlahan diurai. Proses penanganan berlangsung sekitar 10 menit hingga akhirnya jepitan berhasil dilepaskan. “Alhamdulillah, berhasil tanpa cedera serius. Anak dalam kondisi aman,” kata Anang. (pik/why)


Share to
 (lp).jpg)