Bocah SD Tenggelam di Air Terjun Guyangan

Hilal Lahan Amrullah
Hilal Lahan Amrullah

Tuesday, 01 Jan 2019 22:51 WIB

Bocah SD Tenggelam di Air Terjun Guyangan

DILARANG MANDI: Lokasi air terjun Jaran Goyang di Desa Guyangan, Kecamatan Kruvil, Kabupaten Probolinggo. Di lokasi wisata itu sudah ada larangan untuk mandi karena lokasinya belum aman.

KRUCIL - M. Arifin Sudrajat, 12, siswa SD asal Desa/Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo tewas tenggelam di sungai air terjun Jaran Goyang, Senin (31/12). Korban tenggelam di sungai dengan kedalaman 3 meter, setelah sebelumnya terperosok. Karena tak bisa berenang, korban tak mampu menyelamatkan diri.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 09.30. Saat itu, korban M. Arifin Sudrajat dan teman-temannya, yakni Agung, Sofi'i, Sulaiman, Andika, Yudi, dan Arif jalan kaki dari Desa Krucil ke wisata air terjun yang ada di Desa Guyangan itu.

Sesampainya di lokasi, korban M. Arifin Sudrajat dan Agung berjalan menyusuri sungai di kawasan wisata. Sedangkan lima temannya menunggu di atas sungai. Nahas menimpa kedua bocah tersebut. Mereka terperosok ke dalam sungai sedalam 3 meter. Saat itu, Agung sempat memegangi korban. Namun, pegangan itu terlepas.

Agung kemudian ditolong kuli bangunan yang sedang menggarap proyek wisata di lokasi tersebut. Adapun Arifin tenggelam. Peristiwa tersebut membuat heboh warga sekitar. Warga lantas melakukan pencarian di lokasi tenggelamnya korban. Pencarian membuah hasil sekitar 30 menit kemudian.

“Korban ditemukan mengapung di atas sungai dalam kondisi meninggal dunia,” terang Kapolsek Krucil AKP Dwi Sucahyo. Dugaan korban tak bisa berenang menguat. Apalagi, belakangan diketahui jika korban memiliki riwayat penyakit epilepsi.

Sejatinya menurut Dwi –sapaan akrabnya –, sudah ada papan imbauan agar pengunjung tidak bermain di sungai. “Sudah ada imbauan untuk tidak mandi di kawasan wisata,” terangnya. Dalam peristiwa tersebut, polisi mengamankan barang bukti kaus olahraga warna cokelat dan merah muda.

Setelah jasad korban ditemukan, bocah nahas itu kemudian dibawa ke Puskesmas Krucil. Hanya saja, pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi. “Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. Korban kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan,” kata Dwi. (hla/sp)


Share to